Waktu B/M Hilang Delapan Jam/Hari

SURABAYA.(SLI). Diantara penyebab produksi bongkar muat petikemas domestik di Terminal Nilam Timur tidak maksimal adalah hilangnya waktu delapan jam setiap hari. Waktu yang mestinya efektif dan produktif kemudian hilang ini disebabkan adanya keterlambatan jasa tunda kapal dan jasa pandu kapal. Kapal selesai melakukan bongkar muat tapi tidak segera meinggalkan dermaga akibat jasa tunda belum datang. Sebaliknya, dermaga sudah kosong dan siap menunggu kapal. Ternyata, kapal tidak segera masuk. Karena kapal yang mau masuk belum mendapatkan jasa pandu. Kejadian ini terus menerus dan rata-rata dalam waktu 24 jam selalu hilang 8 jam. Kondisi demikian sudah dilaporkan kepada General Manajer PT. Pelabuhan III Cabang Tanjung Perak, Joko Noerhudha. Demikian dikatakan Direktur Utama PT. Nilam Port Terminal Indonesia (NPTI) Irwan Cahyadi ketika ditemui di kantornya, Senin (10/10).

Menurut Irwan, Pelabuhan Tanjung Perak sudah banyak mengalami kemajuan. Tapi upaya melakukan perbaikan tidak boleh berhenti. Terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan sampai pada masalah yang dianggap kecil dan sepele. Keterlambatan jasa tunda dan pandu merupakan kehilangan produksi bongkar muat. Semua peralatan di terminal berhenti, tidak bekerja. Bahkan sarana transportasi darat yang terkait dengan kegiatan di dermaga juga ikut terganggu. “Kondisi ini sudah saya laporkan ke pak GM Tanjung Perak. Beliau sepakat segera dilakukan perbaikan. Bahkan beliau juga mendorong adanya percepatan bongkar muat.

Kalau nol keterlambatan, tidak mungkin. Kita ingin waktu hilang ini bisa ditekan sampai 4 jam saja sudah bagus,” kata Irwan.
Pihak NPTI sendiri tambah Irwan, mengkondisikan supaya kapal yang masuk di Nilam Timur adalah kapal besar yang membawa muatan antara 800 sampai 1.000 boks. Karena kapal besar dengan muatan lebih banyak menjadikan bongkar muat lebih produktif. Saat ini kapal dengan ukuran tersebut sudah semakin banyak di Nilam Timur pasca pendalaman kolam. Diantaranya; kapal milik pelayaran PT. Meratus Line. NPTI juga sedang merencanakan akan menambah angkutan trailer baru untuk mendukung percepatan angkutan petikemas keluar-masuk ke dermaga. Dalam waktu dekat pihak NPTI akan melakukan pengecatan pada alat bongkar muat di container yard, Rubber Tyred Gantry (RTG).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *