Tambak Jadi Lautan Warga Weduni Rugi Rp 2,4 M Akibat Banjir

LAMONGAN. (SLI) Warga Desa Weduni Kecamatan Dekat perbatasan Kecamatan Glagah Lamongan harus menanggung kerugian Rp 2,4 miliar akibat 160 hektar tambak mereka tenggelam akibat banjir. Desa Weduni memiliki lima dusun, Juwet, Kudu, Duni, Rambang dan Putat. Menurut salah satu tokoh masyarakat setempat Ahmad Faqot (58) kerugian bisa bertambah besar jika banjir tidak segera teratasi dan masuk periode tanam selanjutnya. “Perhitungan pendapatan per hektar rata-rata Rp 15 juta untuk sekali panen.

Kalo banjir ini tidak segera diatasi bisa rugi dua kali,” kata Ahmad, Minggu (17/1/2021). Tambak Weduni diisi Bandeng, Vanami dan Mujaer. Menurut Ahmad, sudah dua minggu warga terkepung banjir. Mereka berjumlah 500 kepala keluarga (KK). Banjir berasal dari arah barat Babat Lamongan. Seluruh akses jalan masuk dan keluar kampung tenggelam antara 20 sampai 70 cm. Sementara semua jalan kampung dan rumah ikut kebanjiran.

“Praktis kegiatan warga berhenti total karena jalan tidak bisa dilalui. Sedangkan menggunakan angkutan perahu juga tidak bisa,” lanjut Ahmad. Banjir di Lamongan tambah Ahmad, harus ditangani dua kabupaten, Lamongan dan Gresik atau diatasi Propinsi Jawa Timur. Karena pembuangan air dibutuhkan adanya saluran besar tembus laut dan melewati Kabupaten Gresik.

Kasun Rambang Mansur menambahkan, Weduni juga kesulitan air ketika musim kemarau. Warga setempat berharap adanya bantuan baik dari swasta maupun pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *