Stenvens: Stok Kontainer Impor Menipis

SURABAYA.(SLI). Dampak virus Corona (Covid 19) sulit dihindari oleh pengusaha pelayaran Surabaya. Dewan Pengurus Cabang Indonesian National Shipowner Association (DPC INSA) Surabaya mendapatkan laporan dari anggota pelayaran ocean going bahwa stok petikemas internasional-khususnya untuk pelayanan impor semakin menipis. Kondisi ini terjadi akibat arus impor-khususnya dari Cina menurun drastis. “Cargo in-out di Surabaya jalur Cina mencapai 70 persen.

Sekarang ini impor turun sampai 60 persen. Anggota INSA mulai merasakan adanya stok kontainer yang semakin menipis,” kata Ketua DPC INSA Surabaya, Stenvens Handry Lesawengen didampingin Sekretaris INSA Agus Dwi di kantor INSA Surabaya, Selasa (17/3/2020). Menurut Stenvens, impor terbesar dari Cina berupa komoditas plastik. Jenis ini mengalami penurunan paling drastis sampai 65 persen. Barang lain berupa produk elektronik, sayur dan buah-buahan. Atas laporan tersebu kata Stenvens, pihak INSA akan melakukan koordinasi dengan terminal operator Pelindo III Group dengan Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dan Terminal Teluk Lamong (TTL).

“Kami tidak menginginkan ada kejadian buruk terjadi pada bisnis angkutan laut. Tapi kami tetap antisipasi dan berkoordinasi dengan Pelindo III. Mungkin bisa free storage, free LoLo dan free CHC,” lanjut Stenvens. Pihaknya juga menegaskan menolak adanya lockdown. Karena hasil koordinasi dengan KKP tidak ditemukan alasan yang mendukung lockdown. “Sejak ada Corona sudah ada 200 kapal asing masuk Tanjung Perak dan tidak ditemukan adanya indikasi yang mengarah ke Corona. Jadi jelas kami menolak lockdown,” tegas Stenvens.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *