Lebih Cepat Bongkar Curah Kering dengan Konveyor

SURABAYA.(SLI). PT. Terminal Teluk Lamong (TTL) membuktikan janjinya melayani kegiatan bongkar barang curah kering menggunakan fasilitas konveyor. Uji coba dilakukan awal Maret 2017.  Kapal  MV. Giorgis menjadi pengguna pertama. Kapal berbendera Panama dengan panjang 229 meter tersebut melakukan bongkar kedelai impor sebanyak 3.000 ton. Kegiatan uji coba berjalan lancar.

Proses bongkar menggunakan alat Grab Ship Unloader dan Hopper-bukan sistem sedot. Alat tersebut ditempatkan secara permanen di dermaga. Panjang dermaga 80 x 250 meter. Selanjutnya muatan kapal berupa curah kering tersebut dikirim menggunakan konveyor ke silo. Standar kecepatan bongkar rata-rata 2.000 ton/ jam. Kegiatan tersebut praktis tanpa menggunakan angkutan darat berupa dump truck.  “Kemarin masih uji coba. Kita akan evaluasi. Yang jelas uji coba berjalan lancar,” kata Direktur Operasi PT. Terminal Teluk Lamong, Rumadji saat menyambut Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan (20/3/2017)

Menurut Rumadji, barang curah kering yang dibongkar di TTL merupakan curah kering dengan jenis tertentu. Diantaranya, jenis Soya Bean Meal (SBM).  “Kapal curah kering yang dilayani Teluk Lamong merupakan kapal yang sudah melakukan bongkar di pelabuhan lain. Sehingga, bongkar di Teluk Lamong, bongkar terakhir,” tambah Rumadji.

General Manajer PT. Pelabuhan III Cabang Tanjung Perak Joko Noerhudha ketika dimintai komentar mengatakan, bongkar curah kering di Terminal Teluk Lamong merupakan jenis curah kering tertentu. Kapal yang melakukan bongkar di TTL juga terserah pilihan pemilik barang atau agen kapal. “Curah kering (yag dibongkar di Terminal Teluk Lamong-red) tertentu. Dan terserah pengguna jasa memilih, di Teluk Lamong atau di Perak,” kata Joko.

Hasil pemantauan, kegiatan bongkar curah kering-khususnya barang impor, selama ini dilakukan di Terminal Internasional Jamrud Utara Tanjung Perak. Rata-rata satu kapal dalam sekali kunjungan membongkar 40 ribu ton. Waktu bongkar antara 4 sampai 5 hari. Kegiatan bongkar menggunakan Grab Hopper dengan status truck lossing , tanpa melalui gudang atau silo.

Barang curah kering impor yang dibongkar meliputi; soya bean meal, raw sugar, garam, gandum, pupuh dan tanah liat. Volume curah kering di Tanjung Perak sekitar 7 juta ton per tahun. Selama ini kegiatan bongkar di Jamrud Utara berjalan lancar. Hal ini didukung peralatan yang mencukupi, angkutan dump truck, timbangan dan kesiapan dari pihak penerima barang.  Importer curah kering yang besar di Jawa Timur sekitar 7 perusahaan. Lokasinya; Mojokerto, Pasuruan dan sekitarnya.

Dengan beroperasinya sistem konveyor di TTL tersebut diharapkan bisa mempercepat pelayanan bongkar curah kering dan mampu mengundang kapal luar negeri lebih banyak lagi datang di Indonesia-khususnya di Surabaya. Karena selama ini Surabaya menjadi pelabuhan kedua untuk bongkar barang diatas 50 ribu ton. Sekarang TTL dengan kedalaman kolam sampai 14 meter sudah memenuhi syarat menerima kapal bermuatan 80 ribu ton jenis Panamax.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *