UINSA-UGM Lakukan Integrasi Filsafat

UINSA-UGM Lakukan Integrasi Filsafat

YOGYAKARTA.(SLI). Dua perguruan tinggi negeri (PTN) masing-masing Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogya melakukan penjajakan kerjasama bidang pengajaran filsafat. UINSA diwakili pascasarjana Prodi Aqidah Filsafat Islam (AFI). Sedangkan UGM diwakili pascasarjana Fakultas Filsafat. “Ini menjadi silaturahmi yang baik. UGM dan UINSA sama-sama memiliki bidang yang sama, filsafat.

Kita bisa kerjasama baik tingkat dosen maupun mahasiswa,” kata Direktur Pascasarjana Filsafat Universitas Gadjah Mada, DR. Misnal Munir saat menerima rombongan rombongan Tim Pascasarjana Filsafat UINSA di Fakultas Filsafat UGM, Kamis (4/7/2019). Misnal sempat memberikan kuliah singkat filsafat tentang periode klasik, modern dan kontemporer. Sementara Kepala Prodi Aqidah Filsafat Islam Pascasarjana  UINSA, DR. Syamsul Huda mengatakan, kegiatan pascasarjana filsafat UINSA sekarang ini ditekankan pada service learning dengan memperbanyak kajian dan penelitian di lapangan. “Paskasarjana tidak ada pengabdian.

Teks foto: Kaprodi AFI UINSA DR. Syamsul Huda  dan Wakil Dekan II Bagian Kerjasama dan Alumni Fak. Filsafat UGM, DR. Septiana Dwiputri Maharani saling menyerahkan cinderamata.

Teks foto: Kaprodi AFI UINSA DR. Syamsul Huda dan Wakil Dekan II Bagian Kerjasama dan Alumni Fak. Filsafat UGM, DR. Septiana Dwiputri Maharani saling menyerahkan cinderamata.

 

Kami sedang mengembangkan service learning pada setiap mahasiswa,” kata Syamsul didampingi Sekretaris Kaprodi Filsafat, DR. Aniek Nurhayati, M.Si. Service Learning (SL) lanjut Syamsul, menugaskan mahasiswa terjun di masyarakat. Menggali problem dan potensi. Dirumuskan dan diinkubasi di kampus. Selanjutnya, hasilnya dikembalikan pada masyarakat sebagai petunjuk ilmiah  untuk melakukan perbaikan. Ketua tim rombongan UINSA Moh. Fail menjelaskan, program SL tersebut sudah jalan. Mahasiswa turun di lembaga pendidikan sekolah lanjutan dan kegiatan kemasyarajatan.

Ketua Rombongan Pascasarjana AFI UINSA Surabaya, Moh. Fail menyerahkan cinderamata pada Wakil Dekan II Fak. Filsafat UGM Yogya, DR. Septiana Dwiputri Maharani.

Ketua Rombongan Pascasarjana AFI UINSA Surabaya, Moh. Fail menyerahkan cinderamata pada Wakil Dekan II Fak. Filsafat UGM Yogya, DR. Septiana Dwiputri Maharani.

“Mahasiswa diminta melakukan kajian kegiatan pendidikan. Targernya mampu menawarkan pikiran untuk pengembangan pendidikan. Hal yang sama juga di lakukan pada masyarakat supaya muncul pemikiran maju dan berkembang. “AFI ini ibarat klinik ilmiah. Menjadikan yang awalnya skeptis menjadi rasional dan ilmiah,” kata Moh. Fail. Disain kerjasama UINSA-UGM meliputi kegiatan akademik dosen dan mahasiswa. Bentuknya penelitian bersama, jurnal, kuliah bersama atau seminar. Kedua belah pihak optimis tahun ini bisa direalisasikan.

Categories: Advetorial

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*