Setelah 100 Persen Milik Pelindo III, TPS Perkuat Investasi Peralatan Baru

Setelah 100 Persen Milik Pelindo III, TPS Perkuat Investasi Peralatan Baru

SURABAYA.(SLI). Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT. Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memperkuat investasi pengadaan peralatan bongkar muat baru. Baik untuk kegiatan di dermaga dan lapangan penumpukan. Meliputi; pembelian Container Crane (CC) baru sebanyak 4 unit type twinlift, alat bongkar muat lapangan (rubber tyred gantry/RTG) sebanyak 24 unit dan 100 unit head truck dengan 78 chasisnya. Total anggaran mencapai Rp 2,26 triliun.
Direktur Utama PT. Terminal Petikemas Surabaya Endot Endrardono (10/5/2019) mengatakan, investasi tersebut untuk penguatan peralatan dan peningkatan kualitas pelayanan di TPS. Mulai dari peningkatan percepatan bongkar muat sampai kualitas pelayanannnya. “Kita jadualkan 2020 alat-alat tersebut sudah datang disini (TPS-red),” kata Endot.
TPS melayani bongkar muat kapal petikemas internasional dan domestik. Saat ini dilayani menggunakan 12 CC. Karena, 3 CC dalam kondisi tidak beroperasi dan akan dibesi-tua-kan. Sedangkan di dermaga domestik dilayani menggunakan 2 CC. Sebagai terminal terbesar pertama di Indonesia Timur (19920, sekarang ini TPS tidak lagi menjadi pemain tunggal untuk melayani kapal internasional. Karena sudah ada Terminal Teluk Lamong dan Berlian Manyar Sejahtera (JIIPE).
Hal lain terbaru di TPS adalah kepemilikan perusahaan. Sekarang ini saham TPS seluruhnya dimiliki Pelindo III. Karena terhitung per-akhir April 2019 masa privatisasi oleh Dubai Port World (DPW) sudah berakhir, setelah selama 20 tahun (1999-2019) sebagian saham (49 persen) TPS dijual pemerintantah (Kementerian BUMN/Tanri Abeng) kepada Asing (Paninsuler & Orient Port/ P&O Port-Australia) yang kemudian di hand over kepada Dubai Port World (DPW).
Selama privatisasi 20 tahun. TPS mengalami beberapa kemajuan diantaranya, perluasan area pelayanan, penambahan peralatan, modernisasi peralatan (elektrifikasi), modernisasi sistem pelayanan (sistem teknologi informasi) sampai serba online system, peningkatan produktivitas bongkar muat dari 250 ribu TEUs per tahun (UTPK) sampai menjadi 1,3 juta TEUs. Connecting servive dari sistem feeder (Surabaya-Singapore) menjadi Direct Call ke semua negara tujuan langsung. Kinerja TPS semakin terukur dengan standar pelayanan internasional-termasuk safety. Kesejahteraan pegawai juga terus meningkat, sejalan dengan profesionalisme pelayanan yang diberikan. Kini, pegawai TPS yang berjumlah sekitar 300 orang-baik asli Pelindo III maupun rekrutmen TPS, semuanya menjadi pegawai Pelindo III.

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*