Pembangunan Flyover TTL Dilanjutkan

Pembangunan Flyover TTL Dilanjutkan

SURABAYA.(SLI). Pembangunan jalan layang (flyover) Terminal Teluk Lamong (TTL) dipastikan segera dilanjutkan, menyusul masalah pembebasan lahan hampir tuntas. Flayover TTL membentang sepanjang 2 km. Menghubungkan antara TTL dengan jalan tol Roomo Kalisari Benowo. Lebar flyover 40 meter. Dimaksudkan untuk kelancaran arus lalu lintas petikemas dari dan ke Terminal Teluk Lamong. Dikerjakan PT. Wijaya Karya (Persero) dengan total anggaran Rp 1,5 triliun. Pembangunan dijadualkan selesai akhir 2019.
Koordinator proyek flyover Terminal Teluk Lamong Pelindo III, M. Harry Dharmawan mengatakan, hampi semua proses pembebasan lahan sudah rampung. Proyek flyover menerabas lahan 35 persil (lahan). Total alokasi anggaran sebesar Rp 198 miliar. “Pembebasan lahan dilakukan melalui empat tahap. April kemarin merupakan pembebasan lahan tahap akhir. Pelindo III sudah mencairkan sekitar Rp 49 miliar untuk ganti rugi tahap empat tersebut. Hanya tinggal satu persil sedang proses di pengadilan,” kata Harry.
Flyover TTL menerobos lahan kosong dan pergudangan. Posisinya berada disebelah barat jalan Oso Wilangon. Dengan tersambungnya jalan layang tersebut menjadikan rute menuju Terminal Teluk Lamong tidak menganggu arus lalu lintas jalan nasional Oso Wilangon. Tentang proses tersambungnya menuju jalan tol, pihak Pelindo III kata Harry, sudah melakukan komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Terminal Teluk Lamong merupakan terminal paling modern di tanah air. Menggunakan perlatan berteknologi modern, ramah lingkungan dan efisien. Daya dukung terminal internasional dengan kedalaman kolam -14 meter. TTL melayani kapal petikemas internasional (ekspor/impor), kapal petikemas nasional (domestik) dan kapal curah kering kategori bahan makanan.

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*