Kapal Penumpang Kena Uji Petik Jelang Natal

Kapal Penumpang Kena Uji Petik Jelang Natal

AMBON.(SLI). Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melakukan uji petik terhadap kapal-kapal penumpang secara acak di beberapa pelabuhan di Indonesia.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran terutama terhadap pemenuhan persyaratan kelaiklautan kapal-kapal penumpang.

Tim Uji petik Direktorat Perkapalan dan Kepelautan yang terdiri dari Marine Inspector Kantor Pusat Ditjen Hubla, Capt. Ari Wibowo, Farid Arma, capt. Ilham Akbar, Ralibi, Irsal irsa dan tim AMSAT Internasional melaksanakan pemeriksaan secara acak terhadap 3 kapal penumpang di dua pelabuhan yaitu Pelabuhan Ambon dan Talehu pada hari ini (22/11).

“Dari pemeriksaan tersebut, Tim Uji Petik menemukan beberapa ketidaksesuaian dan telah memberikan sejumlah catatan rekomendasi untuk segera dilengkapi dan diperbaiki,” ujar Capt. Ari wibowo di sela-sela kegiatan tersebut.

Sebagai contoh, pada saat uji petik di Pelabuhan Ambon, Tim Uji Petik menemukan masih ada life jacket yang tidak di lengkapi lampu, rescue boat tidak dilengkapi dengan poster cara penurunan.

Begitu juga di Pelabuhan Talehu, Tim Uji Petik menemukan beberapa rekomendasi seperti kurangnya familiarisasi terhadap penggunaan alat-alat kebakaran dan keselamatan, pemasangan spring line lifecraft yang masih salah.

Terhadap semua rekomendasi yang ditemukan tersebut, Ditjen Hubla telah mengambil langkah-langkah dengan memberikan catatan dan peringatan kepada semua perusahaan pemilik kapal untuk perbaikan ataupun untuk segera melengkapinya sehingga kapal-kapal dimaksud dapat melanjutkan pelayarannya dalam menghadapi kegiatan angkutan laut Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru).

Sementara itu, setelah dilaksanakan uji petik, bersama kantor KSOP Kelas I Ambon, Tim Uji petik Ditkapel dan AMSAT Internasional menggelar workshop keselamatan kapal penumpang kepada Operator, pemilik kapal, dan Marine Inspector terkait dengan rekomendasi yang telah dilaksanakan di dalam uji petik untuk memberikan pemahaman bersama tentang pentingnya keselamatan pelayaran khususnya kapal penumpang dalam rangka menghadapai Nataru 2018/2019.

“Kegiatan workshop keselamatan ini memberi gambaran bahwa kementerian perhubungan dalam melaksanakan uji petik bukan hanya memberikan catatan atau rekomendasi tetapi juga memberi solusi dan pemahaman tentang alat-alat keselamatan dan cara penggunaan serta pentingnya alat tersebut apabila menghadapi situasi darurat oleh karena itu tim Ditkapel bersama AMSAT Internasional dengan didukung KSOP kelas I Ambon melaksanakan workshop keselamatan tersebut,” ujar Capt. Ari wibowo.

Kegiatan workshop yang bekerjasama dengan AMSAT international, diharapkan ikut menciptakan budaya keselamatan pelayaran menuju Zero Accident. Termasuk untuk memperhatikan Liferaft dan Lifeboat,” pungkasnya.

Adapun workshop yang digelar selama satu hari tersebut meminta seluruh operator, pemilik kapal, marine inspektor siaga mendukung terciptanya keselamatan dan keamanan pelayaran, serta memberikan pelayanan yang aman, cepat dan terpercaya guna memenuhi kebutuhan dunia jasa pelayaran tanpa melalaikan faktor keselamatan.

Categories: Advetorial

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*