Mahasiswa Ikuti “Pajak Bertutur” KPP Pabean Cantikan

Mahasiswa Ikuti “Pajak Bertutur” KPP Pabean Cantikan

SURABAYA.(SLI). Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pabean Cantikan tampaknya paham dan tanggap kalau Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi dan Manajemen Kepelabuhanan (STIAMAK) Barunawati Surabaya menggodok calon pebisnis pelabuhan. Tidak salah, kalau lembaga ‘pengepul’ keuangan pemerintah tersebut sejak dini memperkenalkan soal pajak kepada mahasiswa perguruan tinggi di bawah naungan Pelindo III tersebut. Bentuknya, penyuluhan pajak bertema, “Pajak Bertutur” oleh KPP Pabean Cantikan Surabaya. Dilaksanakan di kampus STIAMAK (9/11/2018).

Materi yang disampaikan meliputi; hubungan kecukupan anggaran dengan pengelolaan pemerintahan, sumber pendapatan negara, sumber pembiayaan negara (pinjaman dari luar negeri, pinjaman dalam negeri, penjualan sumber daya alam dan sumber dari pendapatan pajak. Sementara pajak sendiri bersumber dari wajib pajak per-orangan, perusahaan (badan usaha).

Perolehan pajak dapat digunakan untuk belanja negara-termasuk didalamnya untuk pembangunan mulai dari pusat sampai daerah dan kesejahteraan masyarakat. Program pajak merupakan wujud dari pengamalan Pancasila. “Kami dari STIAMAK Barunawati mendukung kegiatan sosialisasi “Pajak Bertutur” ini. Ini merupakan kegiatan positif. Mahasiswa menjadi paham tentang pajak dan peruntukan pajak. Sehingga ketika nanti bergabung di wajib pajak sudah mengerti kegunaan dan manfaat pajak,” ujar Wakil Ketua II Bidang SDM dan Keuangan STIAMAK Barunawati Surabaya, Kajanto.

Mahasiswa sendiri mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Pertama, dapat ilmu baru tentang pajak. Kedua, bisa membantu pemahaman pajak pada masyarakat dan perusahaan, bila mana dibutuhkan. “Ini (penyuluhan Pajar Bertutur-red) besar sekali manfaatnya. Bagi kami merupakan ilmu baru tentang pajak. Disampaikan oleh pejabat yang terkait langsung dibidang pajak. Sehingga penyampaian matarinya cukup mendalam,” kata salah satu peserta penyuluhan.

Mahasiswa STIAMAK sendiri merupakan calon pekerja, pelaku bisnis, interpreneurship di sektor perhubungan laut. Bergabung pada bisnis terminal operator terminal (pelabuhan), pelayaran (shipping lines), perusahaan bongkar muat (stevedoring), jasa pengurusan dokumen kepabeanan ekspor impor (forwarding), ekspedisi muatan kapal laut domestik (EMKL), angkutan darat (trucking), importir dan eksportir, pergudangan dan berbagai bisnis terkait lainnya. Bahkan beberapa alumni STIAMAK juga sudah memiliki perusahaan sendiri. Tentu saja, mereka akan bersentuhan dengan urusan pajak tersebut.

 

Categories: Advetorial

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*