Jelang DPW Hengkang dari TPS

Jelang DPW Hengkang dari TPS

SURABAYA.(SLI). PT. Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mengaku tidak ada persiapan khusus menjelang Dubai Port World (DPW) hengkang dari Tanjung Perak, April 2019. Kegiatan bongkar muat dan pengoperasian semua fasilitas akan berjalan seperti biasa. Kebijakan dan sistem akan berjalan sebagaimana yang sudah berjalan. “Kita tidak ada persiapan khusus. Semua akan berjalan seperti biasa,” kata Direktur Utama PT. Terminal Petikemas Surabaya, Yon Irawan seusai acara penyerahan bakti sosial hari perhubungan nasional untuk 200 sopir di TPS, Kamis (5/10/2017).
Dijelaskan bahwa TPS merupakan anak perusahaan Pelindo III. Sehingga segala keputusan strategis TPS dilakukan oleh induk perusahaan. Kepemilikan saham di TPS terdiri Pelindo III sebesar 51 persen dan DPW sebesar 49 persen. Awal privatisasi sebelum DPW dilakukan oleh Paninsuler & Orient Port-Australia.
TPS kata Yon, optimis tahun 2017 bisa mencapai bongkar muat 1,4 juta TEUs. Tahun 2018 bisa naik sekitar 4 persen. Kenaikan tersebut berdasarkan pertimbangan, tarif alur pelayaran sudah disetujui, peralatan bongkar muat bisa bekerja lebih maksimal. “Optimis 2017 kita bisa mencapai 1,4 juta TEUs. Tahun depan (2018-red) bisa naik 4 persen,” kata mantan Corporate Secretary Pelindo III tersebut.
Seperti diketahui, DP World memiliki saham di TPS sebesar 49 persen setelah mengakuisisi induk P&O Dover pada 2006. Adapun P&O Dover memiliki saham 49 persen di TPS sejak 1999. Tahun 2016 DP World mengopersaikan 78 terminal yang tersebar di 40 negara. Total petikemas yang ditangani DP World mencapai 64 juta TEUs (twenty-foot equivalent units) dan diperkirakan bakal mencapai 100 juta TEUs pada 2020 sejalan dengan rencana pengembangan terminal baru.
Pelindo III menganggap regulasi bisnis pelabuhan setelah pemberlakuan UU/17/2008 tentang Pelayaran tidak memungkinkan kerjasama tersebut bisa diperpanjang. Prestasi operasional TPS sendiri cukup bagus. Pada semester I/2017 arus bongkar muat petikemas ekspor impor naik 7 persen menjadi 637.410 TEUs. Sementara arus kunjungan kapal mencapai 484 unit atau naik 4 persen.

Categories: Advetorial

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*