Kapal CMA-CGM Memberi Dampak Positif

Kapal CMA-CGM Memberi Dampak Positif

SURABAYA.(SLI). Para eksportir nasional mendukung program pemerintah mengundang kapal besar masuk pelabuhan di Indonesia. Karena akan memberikan dampak positif pada pertumbuhan perdagangan nasional-khususnya perdagangan ekspor. Sebaliknya, kunjungan kapal besar tersebut merupakan tantangan bagi pemerintah untuk menumbuhkan investasi dan industri di tanah air. Karena ruang kapal yang besar harus terisi. Demikian dikatakan Dewan Pengurus Daerah Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (DPD GPEI) Jawa Timur Isdarmawan Asrikan menanggapi masuknya kapal petikemas asal Prancis CMA-CGM yang memiliki daya angkut 8.500 TEUs di Tanjung Priok, awal April 2017.
Menurut Isdarmawan yang ditermui di Kantor DPD GPEI Jawa Timur (5/5/2017) mengatakan, masuknya kapal besar di Indonesia menandakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada perdagangan internasional. Karena dalam kondisi ekonomi global yang memburuk, kondisi ekonomi perdagangan di Indonesia masih eksis. Juga, dengan masuknya kapal besar akan menjadi peluang bagi pelaku perdagangan internasional di Indonesia untuk mendapatkan cost yang ringan.
“Ini harus kita apresiasi. Masuknya kapal besar di Indonesia merupakan penghargaan. Ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dalam menyumbang perdagangan internasional-khususnya di bidang ekspor. Juga, bisa diartikan sebagai tantangan supaya kegiatan industri yang berorientasi ekspor di tanah air semakin tumbuh. Memang, kapal besar tersebut harus mendapatkan muatan yang realistis,” kata Isdarmawan-senior ketua asosiasi kepelabuhanan Tanjung Perak tersebut.
Seperti diketahui, operator kapal petikemas raksasa-Compagnie Maritime d’Affretement-Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM) menyatakan telah mempersiapkan 17 kapal untuk mengisi rute pelayaran Tanjung Priok (Jakarta) tujuan West Coast (LA&Oakland) Amerika Serikat. Menggunakan kapal berkapasitas 8.500 TEUs. Pembukaan rute tersebut mendapatkan sambutan dari Kementerian Perhubungan, operator terminal dan pelaku bisnis kepelabuhanan-khususnya eksportir dan importir. Kunjungan perdana 9 April 2017 kapal CMA-CGM Titus melakukan bongkar muat 2.311 TEUs. Kunjungan kedua 16 April 2017 kapal CMA-CGM Otella melakukan bongkar muat 2.009 TEUs dan kunjungan kali ketiga Tancredi melakukan bongkar muat 2.811 TEUs.
Bahkan Direktur Utama Jakarta International Container Terminal (JICT) Gunta Prabawa mengatakan, kunjungan kapal CMA-CGM dengan kapasitas 8.500 TEUs merupakan kapal terbesar yang melakukan kunjungan di Tanjung Priok-Jakarta, sepanjang sejarah berdirinya Pelabuhan Tanjung Priok. “Dengan masuknya kapal petikemas CMA-CGM berkapasitas 8.500 TEUs membuktikan bahwa Pelabuhan Tanjung Priok memiliki kedalaman kolam sangat memadai untuk digunakan sandar kapal besar. Fasilitas dermaga dan peralatan bongkar muatnya juga bersatandar internasional. Sistem pelayanan dan SDM memiliki keahlian yang tersertifikasi kelas dunia. Ini kapal terbesar sepanjang sejarah Tanjung Priok. CMA-CGM sepakat menjalin kerjasama dengan JICT dengan membuka layanan baru, yakni dengan nama Java South East Asia Express atau JAX Services,” kata Gunta.
Fasilitas dermaga sepanjamg 1.640×349 meterdan kedalaman kolam sampai 14 meter. Lapangan penumpukan petikemas seluas 45,50 ha dengan kapasitas 39.884 TEUs, ground slot 10.560 dan reefer (alat pendingin dalam kontainer) 546 plug. Alat bongkar muat berupa Quay Crane Container (QCC) 16 unit, Rubber Tyred Gantry (RTG) 63 unit, Head Truck 128 unit, Chassis Trailer 128 unit, Forklift 15 unit, Reach Stacker 4 unit dan Side Loader sebanyak 6 unit.

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*