Pelindo Banyuwangi Undang Kapal Petikemas

Pelindo Banyuwangi Undang Kapal Petikemas

BANYUWANGI.(SLI).PT. Pelabuhan III (Pelindo III) Cabang Tanjung Wangi mengundang operator kapal petikemas masuk Banyuwangi. Memiliki kedalaman sampai 14 LWS dengan panjang dermaga lebih dari 500 meter. Didukung lapangan penumpukan berkapasitas 10 ribu TEUs. Juga fasilitas khusus untuk reefer container.
General Manager Pelindo III Tanjung Wangi, Edy Sulaksono mengatakan, pihaknya sengaja akan mengundang operator kapal petikemas masuk Banyuwangi dengan tujuan untuk memancing pertumbuhan ekonomi dan industri daerah Banyuwangi. “Kami memiliki fasilitas yang memadai untuk melayani kapal petikemas. Dermaga cukup panjang dengan kedalaman kolam sampai 14 meter. Ada lapangan penumpukan dan fasilitas untuk reefer container,” katanya, Kamis (3/3/2017).
Menurut Edy, Banyuwangi siap melayani transhipmen reefer container muatan ikan tujuan ekspor. Pengapalan ikan ekspor menjadi lebih murah tanpa melalui pelabuhan di Surabaya. Karena di Tanjung Wangi bisa langsung transhipmen dari kapal petikemas interinsuler ke kapal petikemas internasional.
Saat ini Pelabuhan Tanjung Wangi melayani kapal general cargo, curah kering dan curah cair. Volume muatan masing-masing kapal berkisar antara 10 sampai 40 ton. Misalnya, kapal Azzahra yang masuk Kamis (3/3/2017) akan melakukan bongkar 40 ribu ton pupuk asal Bontang. Sebelumnya, kapal bermuatan 20 ribu ton kedelai juga melakukan bongkar di pelabuhan ujung timur Jawa Timur tersebut.
Kegiatan bongkar muat dilakukan PBM Pelindo III Tanjung Wangi didukung dengan peralatan grabe dan hopper juga angkutan darat yang memadai. Rata-rata kecepatan bongkar antara 4000 sampai 5000 ton/ per hari. Bahkan bisa lebih cepat lagi ketika semua unsur terkait dengan distribusi barang benar-benar sangat siap.
“Pelabuhan sebagai pintu gerbang distribusi barang memiliki hubungan erat dengan kegiatan industri perdagangan daerah setempat. Secara umum kegiatan perekonomian daerah bisa dikatakan sehat, apabila aktivitas bongkar dan muat barang di kapal dipelabuhan berimbang. Ongkos perdagangan juga akan semakin murah. Apabila muatan kapal imbang antara bongkar dengan muat,” lanjut Edy yang memiliki banyak pengalaman di bidang operasional terminal petikemas ini.
Edy yang memiliki catatan sukses di Terminal Petikemas Banjarmasin, Terminal Petikemas Nilam Timur Surabaya dan Terminal Petikemas Semarang ini optimis Pelabuhan Tanjung Wangi akan menopang pertumbuhan perekonomian Banyuwangi-khususnya menjua produk daerah setempat tujuan antar pulau maupun ekspor.
Pelabuhan Tanjung Wangi lanjut Edy, juga semakin banyak dikenal para wisatawan asing. Beberapa kapal cruise telah mengunjungi Banyuwangi. Tahun 2017 ada beberapa cruise menjadualkan berkunjung ke Banyuwangi. Kota ujung Jawa Timur tersebut sekarang ini memiliki banyak destinasi wisata bagi wisatawan. Diantaranya; Pantai Boom, Pulau Merah dan Pulau Syariah.
Selama tahun 2016 Pelabuhan Tanjung Wangi dikunjungi 864 kapal dengan bobot 1,4 juta gross tons. Sedangkan volume barang bongkar muat terbesar berupa muatan kapal curah kering mencapai 550 ribu ton. Urutan kedua bag cargo sekitar 280 ribu ton dan general cargo sekitar 200 ribu ton. Akhir tahun ini arus curah cair diperkirakan akan meningkat terkait program pipanisasi curah cair milik Pertaminal.”Tanjung Wangi selalu tumbuh,” kata Edy seusai acara penyerahan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa motor dump untuk sampah bagi masyarakat setempat disaksikan Direktur Personalia dan Umum Pelindo III, Toto Heli Yanto.

Categories: Advetorial

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*