RS PHC Raih Penghargaan Gubernur Jatim

RS PHC Raih Penghargaan Gubernur Jatim

SURABAYA.(SLI).Rumah Sakit PHC Surabaya kembali meraih penghargaan. Kali ini Gubernur Jawa Timur mengapresiasi PHC karena berhasil melaksanakan program perlindungan bahaya HIVAIDS terhadap pegawai rumah sakit. Menjadi RS swasta pertama yang peduli pada perlindungan bahaya HIV/AIDS. Penghargaan kategori Gold diserahkan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf di JX Expo, Selasa (21/2/2017).

Kepala Rumah Sakit PHC Surabaya, DR.drg. Dwi Aryani MARS usai menerima penghargaan mengatakan, RS PHS Surabaya melakukan upaya screening HIV untuk pasien yang akan melakukan operasi, ibu yang mau melahirkan, pasien yang mau masuuk ICU/HD. “Hal ini selain perlindungan terhadap karyawan, juga upaya menjaring pasien HIV/AIDS agar segera bisa mendapatkan pengobatan yang tepat dan pendekatan pendamping agar tidak menularkan ke orang lain,” kata Ary-panggilan Dwi Aryani.

Juga tambah Ary, edukasi pengetahuan tentang apa itu HIV/AIDS, upaya perlindungan, pencegahan dan upaya penanganan jika kontak dengan HIV/AIDS. “Yang kami galakkan bukan hanya pada seluruh karyawan, tetapi juga rekan kerja. Seperti; cleaning service, security yang sering membantu melindungi dan menangani pasien, termasuk petugas loundry,” lanjut Ary.

Sosialisasi berupa edukasi juga dilakukan PHC Surabaya kepada kelompok khusus. Misalnya; check up bagi pelaut dan melakukan screening HIV secara gratis. Pelayanan yang sama juga diberikan PHC kepada anak-anak sekolah melalui kerjasama RS PHC Surabaya dengan lembaga pendidikan SMA dan SMK.

“Untuk kejadian temuan pasien yang terkena HIV langsung kami bikin laporan kepada Dinas Kesehatan untuk dilakukan pemantauan dan tindakan lanjutan. PHC selalu berkoordinasi dengan pemerintah,” tambah Ary.

Sementara Direktur Utama PT. Pelindo Husada Citra Iwan Sabatini mengatakan, pihaknya mengapresiasi RS PHC Surabaya yang telah bekerja dengan baik-khususnya implementasi program penanggulangan bahaya HIV/AIDS di lingkungan perusahaan. Sehingga berhasil meraih penghargaan Gold dari Pemerintahan Propinsi Jawa Timur.

“Sebagai rumah sakit yang terakreditasi “B” yang terus meningkatkan sarana dan fasilitas. Investasi tahun 2017 ini mencapai sekitar Rp 20 miliar-termasuk pengembangan Klinik Faskes I di Banjarmasin, Benoa Bali, Semarang dan Gresik. Diharapkan ke depan peranan PHC bisa memberi manfaat lebih besar lagi,” kata Iwan.

Prestasi RS PHC Surabaya terus meningkat. Selama tahun 2016 berhasil meraih 4 penghargaan baik tingkat Jawa Timur dan nasional. Diantaranya; Akreditasi Paripurna (Bintang V) dari Komisi Akreditasi Rumas Sakit (KARS). Wow Axcellent Service tingkat Jawa-Bali dan tingkat Surabaya. Juga, penghargaan upaya pengendalian faktor risiko dalam pencegahan dan pengendalian penyakit.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Jawa Timur menyerahkan 589 piagam penghargaan kepada perusahaan yang dinilai mampu mengantisipasi angka kecelakaan dan keselamatan kerja (K3). Berdasarkan data yang dimiliki Pemprov Jatim, selama tahun 2016 jumlah kecelakaan kerja sebanyak 7.017 kali, dengan rincian 95 orang meninggal dunia, 37 orang mengalami cacat, 670 orang sementara tidak bekerja, dan 6.215 orang sudah sembuh.

 

BERIKUT KEGIATAN PENYULUHAN BAHAYA HIV/AIDS RS PHC SURABAYA

  1. Bimbtek pencegahan HIV/AIDS kerjasama Disnaker Surabaya
  2. Workshop on HIV/AIDS Sustainability kerjasama Pelindo III Tanjung Perak
  3. Pelatihan Care Support Treatment kerjasama Dinas Kesehatan Jawa Timur
  4. Pelatihan peningkatan kapasitas pengetahuan Voluntary Counseling Test kerjasama Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Surabaya
  5. Temu ahli HIV/AIDS kerjasama RSPTI Unair
  6. Loka Karya HIV/AIDS kerjasama Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak.
  7. Pelatihan Care Support Treatment kerjasama Dinas Keseh atan Jawa Timur.
Categories: Advetorial

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*