Sunan Group Salurkan CSR Air Bersih

Sunan Group Salurkan CSR Air Bersih

Setelah puluhan tahun warga Desa Kradenanrejo Kedumpring Lamongan bersusah payah untuk mendapatkan air. Kini, mereka bisa mandi segar, cuci piring dan pakaian dengan mudah. Setelah desa tersebut mendapatkan saluran air dari bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) Sunan Group-perusahaan yang bergerak di bidang transportasi laut (shipping line), pergudangan, jasa kepabeanan (forwarder), ekspedisi dan angkutan darat (EMKL) juga trading di Surabaya.

Desa Kradenanrejo Kecamatan Kedumpring lokasinya sekitar 30 km arah barat perbatasan dengan Babat Timur. Desa ini tergolong terpencil. Pengunjung harus melewati jalan berpaving dan sebagian sudah rusak. Kanan-kiri sawah. Hanya mobil tertentu yang bisa melewati jalan tersebut dan tidak bisa bersimpangan.

Sebagian besar warga setempat hidup sebagai petani di musim hujan. Beberapa warga mengungkapkan, aktivitas bertani hanya bisa dilakukan saat musim hujan saja. Karena Desa Kradenanrejo berada di perbukitan dan tidak memiliki sumber air yang banyak. Tahun 2016 kemarin warga memiliki kesempatan bertani lebih awal. Karena hujan turun lebih awal dari biasanya. Saat ini tanaman padi terlihat segar dan siap dipetik.

Desa Kradenanrejo kondisinya akan berbalik kering, ketika menghadapi musim kemarau. Warga sangat kesulitan mendapatkan air. Mereka harus mencari air dari balik gunung dengan jarak kiloan meter. Mereka memanggul air dan antri ber-ular-ular dari pagi sampai malam. Sampai di rumah, air hanya cukup untuk kebutuhan pokok saja. Seperti memasak dan memberi minum hewan. Sedangkan mandi dan minum tidak pernah merasakan rasa segar. Kondisi demikian berjalan bertahun-tahun.

Sekarang kondisinya sudah sangat berbeda. Sekitar separo warga atau 400 kepala keluarga (KK/rumah) Desa Kradenanrejo sudah mendapatkan saluran air. Kebutuhan air mereka tercukupi. Mulai kebutuhan untuk mandi, cuci, ternah juga kebutuhan lain. Bahkan kucuran airnya tidak kalah dengan semprotan pompa air, lancar dan banter. Mereka adalah pelanggan pengguna air sebagaimana PDAM. Di depan rumah ada meteran sebagai kontrol besaran penggunaan air setiap bulan. Mereka juga bisa menggendalikan penggunaan air sebesar yang dibutuhkan. “Sak niki enak, eco. Tuyone lancar. Siram seger. Umbah-umbah nggih resik. Wis poko’e enak murah (sekarang enak, baik. Airnya lancar. Mandi segar. Cuci-cuci jadi bersih. Bayarnya murah-red),” kata Rujiah warga yang sudah mendapatkan saluran air dengan lancar.

Menurut Rujiah, air lancar dari sumur bor tersebut tidak terbatas. Karena mulai pagi, siang, sore sampai malam terus lancar. Sehingga kebutuhan untuk kapan saja bisa tercukupi. Biaya yang harus dibayar Rujiah Rp 2.000 per meter kubik. Keluarganya bisa melakukan kontrol sendiri besaran penggunaan air yang harus dibayar. Beberapa tetangga Rujiah juga mengaku sangat bersyukur dengan adanya bantuan sumur bor tersebut.

Muhammad Yusuf-pengurus bantuan sumur bor mengungkapkan, bantuan Sumur Bor mulai beroperasi bulan Pebruari 2016 dan telah menjangkau 400 rumah/kepala keluarga (KK). Masing-masing rumah mendapatkan air secara merata mulai jarak dekat sampai paling jauh dan terlayani selama 24 jam non stop. Warga tidak dibebani biaya pemasangan instalasi atau ongkos lainnya. Warga hanya membayar penggunaan airnya saja sesuai besaran yang dipakai. Warga membayar Rp 2.000 per meter kubik. Diberlakukan sistem progresif. Untuk penggunaan 30 meter kubik keatas membayar Rp 2.500/M3.

Selama ini warga hanya membayar rata-rata hanya Rp 20.000 bahkan beberapa warga hanya membayar Rp 10.000. Karena kebutuhan mereka hanya sebatas untuk mandi, cuci dan kebutuhan ringan lainnya. Adapun penggunaan tertinggi untuk usaha kolam lele dan ternak ayam. Itu pun hanya, satu-dua saja. “Warga tidak dibebani biaya lain-lain, hanya membayar air sesuai penggunaan saja. Rata-rata setiap warga hanya membayar Rp 20 ribu bahkan banyak juga yang hanya membayar Rp 10 ribu. Kecuali yang punya kegiatan kolam Lele dan ternak ayam sedikit lebih besar,” kata Yusuf.

Tahun 2017 akan menambah saluran baru untuk 200 rumah-sebagaimana permohonan warga. Pasokan (debit) air sendiri diperkirakan masih mencukupi. Saat ini kapasitas terpasang di tandon sebesar 50 meter kubik. Mengingat kegiatan sosial tersebut membuktuhkan perhatian khusus, diurus secara berkelanjutan dan konsisten. Untuk selanjutnya, sistem pengelolaan dan dstribusi air diserahkan pada Yayasan Amanatul Ummah Kradenanrejo.
Direktur Utama Sunan Group Sunarlin menjelaskan, Sumur Bor tersebut sesuai dengan permohonan dan kebutuhan warga setempat. Hasil peninjauan di lapangan memang warga setempat butuh air. Mereka bertahun-tahun susah untuk mendapatkan air. Setelah dilakukan survey ditemukan adanya sumber air di kaki gunung yang memungkinkan untuk dilakukan pengeboran.

“Saya minta untuk dikaji dan dihitung biayanya. Alhamdulillah keinginan warga dikabulkan. Kedalaman pengeboran 120 meter. Pompa air dimasukkan sampai kedalaman 70 meter. Diangun tandon kapasitas 50 meter kubik. Panjang pipa distribusi sekitar 2 km. Sekarang sudah 400 rumah mendapatkan air bersih dan mancur 24 jam non stop. Tahun ini akan menambah 200 saluran baru,” kata Sunarlin.

Categories: Advetorial

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*