Inaportnet Percepat Layanan Kapal

Inaportnet Percepat Layanan Kapal

JAKARTA.(SLI). Pemerintah melakukan upaya percepatan pelayanan kapal dan barang di pelabuhan melalui program Inaportnet. Berbasis teknologi informasi menggunakan jaringan internet. Memiliki keunggulan, lebih cepat, praktis dan efisien. Tahap pertama diberlakukan pada empat pelabuhan utama. Seperti; Tanjung Priok (Jakarta), Belawan, Makassar dan Tanjung Perak (Surabaya) sejak  Mei, Juni dan Nopember 2016. Para pelaku usaha di pelabuhan-khususnya dunia shipping line berharap Inaportnet benar-benar menjadi terobosan bagi percepatan pelayanan kapal di pelabuhan.  Sehingga biaya operasional kapal dapat ditekan.

Inaportnet mulai diberlakukan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jum’at (11/11/2016). Dirjen Perhubungan Laut Tonny Budiono mengatakan, Inaportnet hadir  sebagai fasilitas yang mengakomodasi kepentingan pelayanan jasa di pelabuhan dan wadah pertukaran data elektronik bagi pengguna serta penyedia jasa kepelabuhanan tanpa mengesampingkan legalitas dan validitas data.  Inaportnet diakui tidak akan berjalan baik jika tidak didukung integritas serta pelayanan prima dari masing-masing instansi terkait. Beberapa birokrasi pemerintahan terkait meliputi; Pelindo (BUMN), Bea dan Cukai (Kementerian Keuangan, Karantina (Kementerian Pertanian)  juga kepolisian. Dari pelaku bisnis meliputi; shipping line, eksportir-importir (cargo owner), perusahaan jasa pengurusan dokumen kepabeanan dan ekspedisi-trucking juga jasa lain yang terkait.

Inaportnet membutuhkan keterpaduan kerja dari semua pihak yang terkait dengan pelayanan di pelabuhan. Dari sisi fasilitas di pelabuhan membutuhkan fasilitas yang memadai. Seperti; ruang dermaga, peralatan bongkar muat, lapangan penumpukan barang, gudang, fasilitas kepabeanan. Komitmen shipping line dalam melengkapi dokumen kapal dan semua persyaratan kelayakan pengoperasian kapal. Pemilik barang juga berkomitmen ikut menciptakan kelancaran arus logistik di pelabuhan, baik penerimaan maupun pengiriman barang di pelabuhan.

Tonny berharap Pelindo bisa mengembangankan sistem pelayanan kapal dan barang, bersinergi dan terintegrasi dengan program Kementerian Perhubungan. Sedangkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan diminta konsisten dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan program Inaportnet tersebut.

Inaportnet Kementerian Perhubungan tersebut akan terintegrasi dengan TradeNet yang dikelola Bea dan Cukai dalam pelayanan dokumen barang dan masuk program Indonesia National Single Window yang dibangun oleh Kementerian Koordinator Perekonomian. Sehingga seluruh kegiatan kunjungan kapal, arus barang dan  dokumen tidak lagi dilakukan secara manual.

Penerapan Inaportnet berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 192 Tahun 2015 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 157 Tahun 2015 tentang penerapan Inaportnet untuk pelayanan kapal dan barang di pelabuhan. Instruksi Menteri Perhubungan Nomor IM 3 Tahun 2016 tentang penerapan Inaportnet untuk pelayanan kapal dan barang di Pelabuhan Makassar, Belawan, Tanjung Perak, dan Tanjung Priok. Peraturan Dirjen Hubla Nomor HK.103/3/11/DJPL-2015 tentang tata cara pelayanan kapal dan barang menggunakan Inaportnet di pelabuhan. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 154 Tahun 2015 bertujuan untuk meningkatkan pelayanan Surat Persetujuan Syahbandar yang efektif, efisien dan transparan.

 

Sepuluh Perusahaan di Priok Siap Inaportnet

  1. PT Pelayaran Nasional Indonesia
  2. PT Jelajah Laut Nusantara
  3. PT Meratus Line
  4. PT Tanto Intim Line
  5. PT Bahari Eka Nusantara.
  6. PT Sarana Bandar Nasional
  7. PT Dwipahasta Utama Duta
  8. PT Adhimas Bahtera Harapan.
  9. Jakarta International Container Terminal (JICT)
  10. New Priok Container Terminal One (NPCT-1).

 

 

 

 

Categories: Advetorial

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*