STIAMAK Lepas 76 Sarjana S.AB

STIAMAK Lepas 76 Sarjana S.AB

SURABAYA.(SLI). Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi dan Manajemen Kepelabuhanan (STIAMAK) Barunawati Surabaya melepas 76 sarjana bertitel Sarjana Administrasi Bisnis (S.AB) dalam acara wisuda sarjana melalui Rapat Senat Terbuka di Grha Barunawati, Sabtu (19/11/2016). Peserta wisuda ke 13 tersebut merupakan mahasiswa angkatan tahun 2011 dan 2012. Suasana pelepasan sarjana baru tersebut terlihat sangat semarak. Diikuti para wali wisudawan,  pengurus Yayasan Barunawati Biru Surabaya (YBBS), kepala sekolah dilingkungan Barunawati dan sekolah terdekat. Pengurus asosiasi pelabuhan,  Direksi Pelindo III dan direksi anak perusahaan dan pengurus Kopertis VII Jawa Timur. Sementara diluar gedung berjejer karangan bunga ucapan selamat dari perusahaan Grup Pelindo III dan mitra kerja lain.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Sistem Informasi Kopertis Wilayah VII Jawa Timur Purwo Bekti  yang ikut hadir dalam acara tersebut kepada pers mengatakan, STIAMAK memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh perguruan tinggi lain. Yaitu, prodi kepelabuhanan. Ini sangat cocok dalam mendukung program pemerintah dengan nawacita, tol laut dan masalah dwelling time yang sekarang lagi gencar dibicarakan. “Kami merasa bangga dengan adanya STIAMAK ini. Karena akan melahirkan sarjana-sarjana dengan keahlian spesifik di bidang kepelabuhanan. Sekarang ini jumlah perguruan tinggi yang terdaftar ada 331 perguruan tinggi dengan 1.561 prodi. Dari jumlah tersebut perguruan tinggi yang terakreditasi A sebanyak 12 persen. Terakreditasi B sebanyak 30 persen dan selebihnya terakreditasi C. Satu-satunya prodi khusus kepelabuhanan hanya di STIAMAK.  Sekarang masih terakreditasi  B. Kita harapkan tahun 2017 sudah terakreditasi A,” kata Purwo Bekti.

Sementara Ketua Yayasan Barunawati Biru Surabaya Taryono Rogosuwito mengatakan, yayasan mendorong supaya STIAMAK terus meningkatkan kualitasnya sehingga tahun 2017 sudah terakreditasi A.  “Kita dari yayasan terus mendorong supaya STIAMAK yang sudah memiliki keunggulan khusus di bidang kepelabuhanan ini tahun 2017 bisa terakreditasi A. Sarjana STIAMAK harus lulus Toefl dan memiliki sertifikat logistik. Kami optimis ini bisa diraih,” kata Taryono.

Ketua STIAMAK Barunawati Surabaya Iwan Sabatini mengatakan, STIAMAK memiliki karakter yang kuat sebagai perguruan tinggi dengan prodi khusus bisnis kepelabuhanan.  Mulai dari kampus yang berlokasi di pelabuhan,  para doses merupakan praktisi pelabuhan bahkan separo mahasiswanya merupakan pekerja di pelabuhan. Hal tersebut semakin menguatkan STIAMAK sebagai perguruan tinggi pelabuhan. “Bisnis pelabuhan di tanah air akan semakin berkembang. Sejalan dengan pertumbuhan investasi di bidang kepelabuhanan otomatis akan membutuhkan SDM cukup besar. Kami dari STIAMAK menyiapkan SDM pilihan supaya bisa bekerja di pelabuhan.  Mulai dari operasional terminal, pelayaran, jasa ekspedisi sampai bisnia terkait lainnya,” kata Iwan.

Iwan juga mengingatkan, supaya mahasiswa tanggap dengan situasi dan perubahan yang terjadi di dunia global sekarang ini. Kontrak Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) antara Indonesia dengan beberapa negara lain merupakan tantangan. Persaingan semakin terbuka dan hanya orang-orang yang memiliki kemampuan dan keahlian yang dapat meraih kesuksesan.  “Kuncinya, bersungguh-sungguh,” tegas Iwan.

 

Categories: Advetorial

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*