Fuadi Ketua Umum APBMI 2016-2021

Fuadi Ketua Umum APBMI 2016-2021

PADANG.(SLI). Musywarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) akhirnya berhasil memilih HM. Fuadi sebagai Ketua Umum APBMI Periode 2016-2021. Bursa calon ketua umum hanya berhasil menjaring dua calon, HM. Fuadi dan Epiardi Asda yang juga sebagai anggota Komisi V DPR-RI. Fuadi berhasil memenangkan dengan 185 suara. Sedangkan Epiardi meraih 156 suara. Munas VII APBMI di Hotel Grand Inna Muara Padang Sumatera Barat (26-28/10/2016) selesai dini hari Jum’at pukul 02.00.

Munas VII APBMI di Padang tersebut memiliki bannyak catatan penting bagi para pengusaha bongkar muat (PBM) maupun pemerintah. Karena menjadi titik temu dua kubu yaitu, kubu Munaslub di Semarang yang menghasilkan kepemimpinan Sodik Harjono dan kubu Munas Batam kelompok Bambang Ketut Rahwardi. Akhirnya dua kubu tersebut lebur menjadi satu pada Munas VII APBMI di Padang tersebut.

Pemerintah melalui Dirjen Perhubungan Laut, Antonius Tonny Budiono dalam sambutan peresmian pembukaan Munas menyatakan dengan tegas bahwa APBMI hanya satu, tidak ada dua dan lain sebagainya. Munas VII APBMI menjadi ruang islah bagi semua pengusahaan PBM di tanah air. “APBMI hanya satu, tidak ada dua dan lain sebagainya. Kami akan mudah melakukan pembinaan dengan satu wadah ini. Mari kita semua kompak untuk membesarkan APBMI,” tegas Tonny.

Sebelumnya, ada puluhan calon peserta tiba-tiba datang di hotel tempat Munas VII APBMI di gelar. Mereka adalah “PBM seberang” yang selama ini menolak bergabung di APBMI pimpinan Sodik Harjono. Mereka memaksa untuk diikutkan dalam Munas tersebut. Hasil pembicaraan mereka diterima sebagai peninjau. Tapi, Kamis (27/10/2016) pagi menjelang Munas dibuka, ada yang sengaja merubah kesepakatan posisi peninjau menjadi peserta. Ini terjadi dengan cara merubah keplek peninjau ditulis sebagai peserta.

Catatan lain, ‘PBM seberang” tidak mendapatkan kursi saat memasuki ruangan acara. Kursi dipakai para undangan sesuai dengan nama yang terdaftar di panitia.  Karena kedatangan mereka tidak koordinasi dengan pengurus wilayah resmi APBMI. Mereka akhirnya terseleksi, setelah pimpinan sidang memberlakukan sistem absen sesuai dengan nama yang terdaftar di panitia. Satu-per-satu dipanggil dan dipersilahkan duduk di kursi. Puluhan pengguna keplek akhirnya mundur teratur, setelah nama mereka tidak tercatat resmi pada kepesertaan Munas VII APBMI.

Prosesi pemilihan ketua umum juga berjalan sangat demokratis. Diawali dengan penjaringan bakal calon. Muncul hanya dua calon yaitu; HM.Fuadi dan Epiardi Asda. Mereka mengikuti undian penentuan nomor calon. Fuadi nomor 2 dan Epiardi Asda nomor 1. Kedua calon diberi kesempatan kampanye masing-masing 10 menit. Epiardi memperkenalkan diri sebagai anggota Komisi V DPR-RI. Mengaku banyak tahu soal bisnis di pelabuhan. Akan memperjuangkan PBM melalui jalur politik melalui revisi undang-undang. Dua kali pimpinan sidang menegur Epiardi. Karena kelebihan waktu. Sementara Fuadi menyatakan sangat dekat dengan para pengusaha PBM. Beberapa kali memperjuangkan untuk eksistensi bisnis PBM dan kekompakan menjadi anggota APBMI. Fuadi hany menyatakan, kepingin menjadi ketua yang amanah dan mengabdi untuk APBMI.

 

 

Categories: Advetorial

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*