Nilam Menjadi Terminal Paling Produktif

Nilam Menjadi Terminal Paling Produktif

SURABAYA.(SLI). Kegiatan bongkar muat petikemas domestik di Terminal Nilam Timur (TNT) menjadi terminal paling produktif di Pelabuhan Tanjung Perak. Karena dengan fasilitas minimal bisa menghasilkan bongkar muat maksimal. Panjang dermaga 320 meter. Alat bongkar muat 4 Container Crane (CC), Rubber Tyred Gantry (RTG) 5 unit dan Container Yard sekitar 3,5 hektar. Sementara produktivitas bongkar muat mencapai rata-rata sekitar 27 ribu boks per bulan. Keberhasilan mendongkrak percepatan bongkar muat tersebut diantaranya disebabkan pihak operator mengupayakan kapal petikemas domestik yang masuk TNT membawa volume muatan antara 600 sampai 800 boks-lebih besar dibanding dengan kapal di terminal lainnya. Sehingga, waktu bongkar muat lebih efektif dan produktif.

Deputi General Manajer PT. Pelabuhan III Tanjung Perak Bambang Hasbullah mengungkapkan dengan kondisi seperti yang ada sekarang ini, produktivitas bongkar muat petikemas domestik di Terminal Nilam Timur menjadi yang terbaik di Tanjung Perak. Karena dengan fasilitas terbatas mampu menghasilkan bongkar muat lebih besar dibanding terminal lainnya. “Dengan kondisi seperti sekarang ini saja, Terminal Nilam Timur  masih lebih baik dibanding terminal lain di Tanjung Perak. Produktivitas bongkar muatnya lebih besar dibanding terminal lainnya. Terminal Nilam Timur masih memiliki potensi bisa bongkar muat lebih besar lagi, setelah seluruh peralatan bekerja secara maksimal,” kata Bambang Hasbullah, Kamis (20/10/2016).

Menurut Bambang, Terminal Nilam Timur telah dilakukan beberapa peningkatan fasilitas. Mulai pendalaman kolam, penambahan peralatan CC baru dan program konversi elektrifikasi tehadap CC lama dari sistem tenaga disel bersolar diganti tenaga listrik. Pada masa transisi periode 2016 tersebut semua peralatan masih membutuhkan penyesuaian waktu. Sehingga tidak bisa dipaksa langsung bekerja cepat. Tapi untuk tahun depan dipastikan semua peralatan akan bekerja maksimal dan produktivitas bongkar muat akan semakin meningkat. “Dua CC baru tidak bisa langsung digenjot, butuh waktu penyesuaian. Ada CC yang semula masih menggunakan tenaga disel sekarang diganti tenaga listrik. Kemampuan Terminal Nilam Timur nanti jauh akan lebih besar lagi,” lanjut Bambang.

Bambang juga menegaskan bahwa waktu bongkar muat di TNT berjalan efektif dan produktif. Fasilitas CC, RTG dan trucking bekerja dengan baik. Perhitungan waktunya dimulai sejak muatan kapal siap bongkar dan siap dimuat. Selisih perhitungan waktu justru terjadi pada persiapan kapal sandar dan persiapan kapal mau berangkat. Hal ini disebabkan karena kondisi kolam TNT yang berupa kanal. Sehingga kapal masuk dan keluar harus berhati-hati. Juga persiapan bongkar berupa lepas lassing dan lassing menjelang kapal berangkat.

“Kondisi di Nilam Timur berupa kanal. Sehingga kapal harus berhati-hati. Tidak bisa kapal masuk dan keluar secara bersamaan. Harus bergantian satu per satu. Juga, kapal di dermaga tidak bisa langsung bongkar, butuh beberapa waktu sampai petikemas benar-benar siap dibongkar. Jadi, perhitungan waktu bongkar muat harus dihitung dari kondisi barang di kapal siap dibongkar dan barang siap dimuat. Selama ini Terminal Nilam Timur sudah berjalan dengan baik,” tambah Bambang.

Sementara terminal lain yang melayani bongkar muat petikemas domestik seperti; Terminal Jamrud Selatan, Terminal Mirah, Terminal Berlian, Terminal Petikemas Surabaya dan Terminal Teluk Lamong. Dua terminal terakhir juga melayani bongkar muat petikemas internasional. Kegiatan bongkar muat petikemas di Tanjung Perak dilayani menggunakan Container Crane, Harbour Mobile Crane (HMC) juga Ship Crane. Kecepatan bongkar muat rata-rata 20 boks/jam/crane.

 

 

Categories: Advetorial

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*