Produksi Nilam Timur Turun 25 Persen

Produksi Nilam Timur Turun 25 Persen

SURABAYA.(SLI). Kegiatan bongkar muat petikemas domestik di Terminal Nilam Timur diprediksi bakal mengalami penurunan sampai 25 persen pada tahun 2016. Penurunan dipicu akibat kondisi peralatanan bongkar muat di dermaga berupa Container Crane (CC) tidak bisa bekerja secara maksimal dan sering trobel. Sebab lain, selama semester I/2016 telah terjadi penurunan akibat pendalaman kolam terminal sampai dua minggu ditambah libur lebaran. Sayangnya, pengurangan produksi tersebut tidak bisa ditebus dengan bongkar cepat pada akhir semester II/2016. Karena kondisi peralatan yang tidak memungkinkan. Tahun 2015 total bongkar muat Terminal Nilam Timur mencapai sekitar 340 ribu boks. Tahun ini diprediksi maksimal hanya mencapai sebesar 300 ribu boks.

Direktur Utama PT. Nilam Port Terminal Indonesia (NPTI) Irwan Cahyadi mengungkapkan, secara umum operasional di Terminal Nilam Timur telah mengalami banyak kemajuan. Sekarang ini kolam sudah diperdalam. Kapal yang sandar juga semakin besar, minimal bisa bongkar muat diatas 800 boks. Sehingga bongkar muat menjadi lebih produktif. “Tapi kondisi alat tidak bisa dipacu untuk bongkar lebih banyak. Masing-masing CC rata-rata 20 boks per jam. Tahun ini produksi bongkar muat bisa turun sampai 25 persen. Dua minggu ada pendalaman kolam ditambah libur panjang lebaran. Tahun lalu masih sekitar 340 ribu boks. Tahun ini perkiraan antara 300 ribu sampai 311 ribu boks saja,” kata Irwan.

Irwan juga menjelaskan, Terminal Nilam Timur tetap menjadi terminal paling produktif di Tanjung Perak. Karena panjang dermaga yang digunakan hanya sepertiga dari total panjang dermaga 920 meter. Sebelum utara digunakan bongkar curah cair. Sedangkan sebelah selatan digunakan bongkar log (sekarang pindah Gresik). Sehingga kata Irwan, kalau dihitung berdasarkan fasilitas yang ada dengan produksi bongkar muatnya, Nilam Timur masih lebih baik. “Tapi jujur, saya belum puas. Mestinya produksi bongkar muat Nilam Timur masih bisa lebih besar lagi. NPTI siap bongkar muat 40 boks per crane per jam,”tambah Irwan.

Terminal Nilam Timur merupakan hasil modernisasi menjadi Terminal Multi Purpose. Sebelumnya digunakan bongkar muat general cargo, curah kering, curah cair dan log. Beberapa gudang dikepras. Perusahaan Bongkar Muat (PBM) swasta yang menjadi operator gudang dikonsorsium menjadi PT. Nilam Port Terminal Indonesia (NPTI). Terminal Nilam Timur kemudian melayani bongkar muat petikemas. Perusahaan pelayaran yang menggunakan Nilam Timur antara lain, PT. Meratus Line dan PT. Salam Pasific Indonesia Line (SPIL) juga pelayaran joint slot. Kehadiran Terminal Multi Purposse Nilam Timur mengurai kepadatan kapal antri di Tanjung Perak.

Kapal petikemas domestik bisa melakukan bongkar di Terminal Mirah, Terminal Berlian, Terminal Jamrud Selatan, Terminal Petikemas Surabaya dan Terminal Nilam Timur. Sekarang ditambah terminal baru, Terminal Teluk Lamong. Sampai saat ini pelayaran nasional yang banyak melakukan kegiatan bongkar muat petikemas domestik di Tanjung Perak adalah PT. Meratus Line, PT. Tanto Intim Line dan PT. Salam Pasific Indonesia Line (SPIL).

Categories: Advetorial

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*