Wisata Ilmiah Port to Port Dosen Stiamak

Wisata Ilmiah Port to Port Dosen Stiamak

SURABAYA.(SLI). Sebanyak 30 tim akademi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi dan Manajemen Kepelabuhanan (STIAMAK) Barunwati Surabaya melakukan kunjungan ilmiah ke empat terminal di wilayah operasional Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Sabtu (8/10/2016). Mereka terdiri atas Ketua Yayasan Barunawati Biru Surabaya (YBBS), Taryono R. Ketua STIAMAK Barunawati Surabaya, Iwan Sabatini, para dosen, pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan tenaga administrasi. Empat terminal tujuan kunjungan meliputi; Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Terminal Teluk Lamong, Terminal Petikemas Surabaya dan Terminal Jamrud Tanjung Perak.

Peserta kunjungan kumpul di Kampus STIAMAK Barunawati Surabaya Jl. Perak Barat 173. Kemudian diberangkatkan dari Graha Barunawati pukul, 08.00 wib. Tiba di JIIPE pukul; 09.25 wib. Disambut Marketing Assistant Manager PT. Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS), Haris Arianto bersama tim. Peserta berkumpul di loby BKMS mendengarkan penjelasan dari Haris Arianto sambil mengamati maket JIIPE ukuran besar di loby. “Proyek ini menggabungkan antara kawasan industri dengan pelabuhan. Konsep ini menjadikan biaya produksi logistik lebih murah. Disini, nanti akan dibangun pabrik-pabrik, hotel, perumahan, rumah sakit, pembangkit listrik dan kawasan marina. Cukup besar,” kata Haris Arianto.

Selesai pemaparan dilanjutkan dengan kunjungan di lapangan. Para dosen dan tim STIAMAK Barunawati melihat secara langsung pelabuhan yang dioperasikan oleh PT. Berlian Manyar Sejahtera (BMS). Lokasi BMS cukup jauh sekitar 9 KM dari titik nol jalan raya Manyar Gresik. Status BMS sendiri merupakan pelabuhan umum. Saat ini sudah beroperasi dan beberapa kapal sudah masuk. Fasilitas dermaga 30 x 150 meter dengan kedalaman kolam sekitar 12 meter. Pelabuhan ini akan terus dikembangkan disesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhan kawasan industri di JIIPE. Pemerintah Kabupaten Gresik sangat mendukung adanya JIIPE. Proyek JIIPE nantinya bisa menyerap tenaga kerja sampai 100 ribu orang. Kunjungan di JIIPE selesai pada pukul 10.45 wib.

Rombongan melanjutkan perjalanan ke Terminal Teluk Lamong.
Rombongan dosen dan tim STIAMAK Barunawati Surabaya tiba di Terminal Teluk Lamong (TTL) pukul; 11.45 wib. Mengawali kegiatan dengan shalat dhuhur di masjid TTL. Dilanjutkan menuju control room. Posisinya berada diantara kantor pusat administrasi dan dermaga atau tepatnya di samping container yard. Kepala Humas PT. Terminal Teluk Lamong, Reka Yusmara menjelaskan bahwa Terminal Teluk Lamong tersebut merupakan terminal paling modern di Indonesia dengan konsep green port atau eco port. Semua peralatan digerakkan menggunakan listrik, bukan disel yang menggunakan solar. Seperti alat bongkar muat di dermaga berupa Ship to Shore Crane (STC) dan alat bongkar muat di lapangan penumpukan (container yard) berupa Automatic Stacking Crane, panjang dermaga 80 x 500 meter dengan kedalaman kolam mencapai 14 meter. Peralatan operasional TTL cukup digerakkan dari room control atau room operation. Alat di lapangan akan bergerak sesuai perintah operator di room operation. Semua pelayanan di TTL menggunakan akses internet (online system). Sehingga tidak ada pertemuan face to face.

Kunjungan dilanjutkan dengan melihat kondisi di dermaga. Terminal Teluk Lamong melayani kegiatan bongkar muat petikemas domestik dan internasional juga melayani bongkar curah kering sistem konveyor. Kondisi di dermaga terlihat bersih dan tertib. Kondisi demikian sudah terlihat sejak masuk di pintu dari jalan raya Oso Wilangon. Lokasi dermaga TTL berjarak sekitar 3 KM dari titik nol Jalan Raya Oso Wilangon. Dosen beserta tim STIAMAK merasa ikut bangga dengan adanya pelabuhan modern Terminal Teluk Lamong. Rombongan meninggalkan TTL pukul; 13.10 wib. Dilanjutkan ke Terminal Petikemas Surabaya.

Tiba di Terminal Petikemas Surabaya pukul; 14.05 wib. Disambut Ardiansyah mewakili Humas PT. Terminal Petikemas Surabaya. Semua tim berkumpul di maket TPS yang ada di loby. Ardiansyah menjelaskan bahwa Terminal Petikemas Surabaya merupakan terminal terbesar di Indonesia Timur. Fasilitas dermaga internasional sepanjang 50 x 1.000 meter dengan kedalaman kolam 13 meter. Dermaga domestik sepanjang 50 x 450 meter dengan kedalaman 7,5 meter. Lapangan penumpukan. Lapangan penumpukan inernasional seluas 35 hektar dengan kapasitas 32 ribu TEUs. Sedangkan lapangan penumpukan petikemas domestik seluas 4,7 hektar berkapasitas 2.000 TEUs. Luas lapangan dan kapasitasnya masih akan terus ditambah sesuai kebutuhan.
Sistem pelayanan mengacu pada standar pelayanan internasional. Mulai dari sistem pelayanan dokumen, bongkar muat maupun operasional di lapangan penumpukan. Program terbaru TPS adalah elektrifikasi peralatan. Mengubah alat yang digerakkan menggunakan disel ber-solar diganti tenaga listrik. Pihak TPS telah melakukan kerjasama dengan PLN. Sistem tenaga listrik lebih efisien dibanding tenaga disel-khususnya di bidang maintenance. Tenaga listrik menjadikan lingkungan kerja lebih bersih dan lebih sehat. “Kalau sekarang yang ramai masalah dwelling time. Tugas TPS adalah melakukan kegiatan bongkar muat dan menyediakan fasilitas penumpukan saja. Soal pemeriksaan dokumen dan barang, bukan kewenangan TPS,” kata Ardiansyah. Kunjungan di TPS diakhiri dengan peninjauan di dermaga internasional dan dermaga domestik. Meski hari Sabtu, kegiatan di TPS tetap ramai. Ada dua kapal sandar di terminal internasional dan dua kapal sandar di terminal domestik. Angkutan darat Dolly (trailer) lalu lalang mengangkut petikemas sampai 4 boks dalam sekali jalan. Kondisi demikian mempercepat pelayanan bongkar muat di dalam terminal.

Wisata ilmiah Port to Port STIAMAK Barunawati Surabaya adalah ke Dermaga Internasional Jamrud Utara Tanjung Perak. Tiba di lokasi pukul; 15.10 wib. Rombongan melihat secara langsung kegiatan operasional bongkar muat curah kering dan lapangan penumpukan barang kawasan pabean Jamrud Utara. Selanjutnya, rombongan masuk terminal modern Gapura Surya Nusantara (GSN). Rombongan merasakan kemewahan terminal sejak masuk halaman terminal, ruang lantai 1 sampai 3. Bisa berfoto bersama dan menikmati kuliner. Kegiatan kunjungan Port to Port dipungkasi kembali ke kampus pukul; 16.40 wib.

Categories: Advetorial

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*