Benoa Diperkuat dengan Natural Green Port

Benoa Diperkuat dengan Natural Green Port

DENPASAR.(SLI). Pelabuhan pariwisata terbesar di tanah air Benoa-Bali kini kondisinya semakin menarik. Yang menonjol adalah kebersihan, ketertiban dan penguatan penghijauan lingkungan secara alami (Natural Green Port). Kesan tersebut dapat dinikmati para pengunjung mulai dari pintu masuk sampai ke terminal operasional. Para pelaku bisnis juga menyadari pentingnya kebersihan dan keindahan lingkungan. Sehingga mereka tidak membuang sampah sembarangan dan memungut sampah jika ada yang kececeran. Beberapa pedagang juga bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan bersih. Kondisi di dermaga juga terlihat bersih dan tidak ada orang yang tidak berkepentingan di dalamnya. Sehingga sangat terasa nyaman. Menariknya lagi, tanaman penghijauannya juga cukup lebat di sepanjang jalan dan beberapa titik taman. Mulai tanaman besar sampai kecil. Kondisinya juga sangat terawat.

Pelabuhan Benoa-Bali selain melayani kapal wisata (cruise) juga melayani kapal barang, petikemas dan kapal ikan. Bahkan ada kegiatan terbaru adalah produksi dan suplai gas yang dilakukan PT. Pelindo Energi Logistik (PEL) untuk produksi listrik milik Indonesia Power. Tahun 2016 Pelabuhan Benoa dijadualkan akan dikunjung kapal pesiar (cruise) antara 50 sampai 60 unit. Kapal tersebut mengangkut wisatawan manca negara sampai 3.000 orang per kapal. Pelindo III Benoa menyambut setiap kedatangan wisatawan asing dengan standar pelayanan internasional. Mulai saat turun di dermaga, terminal penumpang dengan segala fasilitasnya sampai kemudahan menuju tujuan berwisata. Pelindo III Benoa bekerjasama dengan sejumlah instansi dan biro perjalanan wisata Bali. Humas PT. Pelabuhan III Benoa Siti Juwariyah mengungkapkan bahwa sampai posisi Juli 2016 jumlah kapal pesiar yang sudah sandar di Benoa mencapai 26 unit. Sedangkan jumlah total penumpang mencapai 68.717 orang. Penumpang turun 34.490 orang dan penumpang naik sebanyak 34.227 orang. “Tahun ini kunjungan kapal pesiar antara 50 sampai 60 unit,” kata Siti Juwariyah pada SLI di kantor Pelindo III Benoa, Sabtu (6/8/2016).

Pelabuhan Benoa juga menjadi pintu gerbang perdagangan Jawa dengan Indonesia Timur. Melayani kapal petikemas yang mengangkut produk kerajinan dan furniture juga reefer container yang mengangkut ikan tujuan ekspor melalui transhipment di Surabaya. Benoa memiliki potensi cukup besar menampung barang perdagangan domestik tujuan Denpasar maupun perdagangan internasional. Diantara perusahaan pelayaran nasional yang melakukan kunjungan di Benoa adalah PT. Meratus Line. Melayani rute Benoa-Surabaya. “Potensi muatan tujuan Benoa cukup besar. Meratus siap menambah kapasitas atau daya angkut atau menambah jumlah kapal jika dibutuhkan,” kata Direktur PT. Meratus Line, Slamet Raharjo. Sementara pengusaha forwarding yang mengurus dokumen pengapalan ikan tujuan ekspor mengungkapkan, Benoa memiliki lokasi strategis untuk transit bongkar dan pemuatan ikan tujuan ekspor. Karena Benoa memiliki fasilitas terminal untuk kapal penangkap ikan dan kapal petikemas pengangkut reefer container. “Benoa cukup bagus. Kami rutin melayani reefer container muatan ikan di Benoa,” kata Direktur Utama PT. Rahayu Perdana Trans, Samiran.

 

 

 

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*