Rakernas IMA di Sanur-Bali 2016

Rakernas IMA di Sanur-Bali 2016

DENPASAR.(SLI). Para pakar marketing yang tergabung pada Indonesia Marketing Association (IMA) Surabaya menampilkan Terminal Teluk Lamong (TTL) dan Surabaya North Quay (SNQ) sebagai Icon Kota Surabaya. Demikian disampaikan dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IMA di Hotel Puri Santrian Sanur-Bali (6-7/8). Rakernas IMA 2016 diikuti 80 peserta dari seluruh propinsi, kota dan kabupaten. Mereka terdiri dari perusahaan hotel, perbankan, travel, properti, otomotif dan bisnis kepelabuhanan. Iwan Sabatini yang memiliki pengalaman 37 tahun bekerja di Pelindo III menjadi satu-satunya marketing dari bisnis kepelabuhanan. Rakernas IMA menjadi semakin dengan hadirnya pakar marketing, Hermawan Kertajaya dan Direktur Utama PT. Garuda Indonesia, Arie Wibowo.

Terminal Teluk Lamong dan Surabaya North Quay ditampilkan ketika IMA Chapter Surabaya diminta presentasi potensi dan keunggulan Kota Surabaya. Dalam waktu yang sangat sempit tersebut, IMA Chapter Surabaya menyampaikan presentasi pada urutan 32 setelah kota dan propinsi lain. “IMA Chapter Surabaya memiliki beberapa program dan sudah melakukan beberapa kegiatan. Kami solid dan kompak. Aktif dalam pertemuan. Surabaya memiliki beberpa keunggulan. Diantaranya; kita punya Terminal Teluk Lamong dan Surabaya North Quay,” kata President IMA Chapter Surabaya, Dendy Sean Thongiratama.

Terminal Teluk Lamong memang menjadi terminal petikemas pertama di tanah air yang mengoperasikan seluruh peralatan menggunakan tenaga listrik (elektrifikasi) dan bukan lagi menggunakan disel ber-BBM solar. Anak perusahaan Pelindo III tersebut menjadi terminal ramah lingkungan pertama di Indonesia. Keunggulan lain TTL adalah memiliki kedalaman kolam dermaga sampai 14 meter. Sehingga kapal petikemas bermuatan diatas 2.000 boks bisa sandar dengan mudah. Saat ini arus kunjungan kapal di TTL terus meningkat. Ini menunjukkan kepercayaan shipowner anggota IMO (International Maritime Organization) yang mengoperasikan kapal ocean going untuk TTL semakin baik.

Sementara Surabaya North Quay menjadi destinasi baru bagi wisatawan domestik maupun internasional. Fasilitas di bibir Tanjung Perak tersebut menjadi tempat wisata maritim paling menarik. Bisa melihat operasional bongkar muat aneka kargo, penumpang dan petikemas. Juga, deretan kapal lego jangkar di Selat Madura atau penyeberangan fery lintas Ujung-Kamal. Apalagi fasilitas terminal penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) menjadi terminal modern pertama di Indonesia. Besar dan memiliki fasilitas lengkap. Ruang tunggu, ruang meeting dan seminar juga hall untuk pameran. Semua ruangan ber-AC. Para penumpang juga disediakan jembatan Garbarata seperti di bandara udara. Sehingga tidak kepanasan dan tidak kehujanan.

Vice President Academic IMA Surabaya Iwan Sabatini mengatakan, Surabaya memiliki banyak keunggulan yang bisa menjadi daya tarik pariwisata nasional. Selain memiliki pelabuhan dengan terminal penumpang yang sangat modern. Juga, memiliki rumah sakit standar internasional. Seperti; RS PHC Surabaya yang memiliki fasilitas lengkap, tenaga medis yang berpengalaman dan memiliki keahlian spesialis. Melayani pasien mulai dari BPJS Kesehatan penyakit ringan sampai eksekutif bedah jantung. “Kami kira Surabaya memiliki aset pariwsata yang sangat kaya. Banyak sekali obyek maritim yang bisa dijual. Semoga ke depan semakin banyak marketing bisnis pelabuhan yang bergabung di IMA Surabaya,” jelas Iwan Sabatini.

Categories: Advetorial

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*