TPKS Siap Operasikan ARTG

TPKS Siap Operasikan ARTG

(SLI). Komitmen PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) menuju terminal yang ramah lingkungan serta modern terus ditunjukkan. Hal tersebut dibuktikan dengan terus menerus dilakukan perbaikan dan pembangunan dari sisi dermaga maupun alat-alat berat yang digunakan dalam kegiatan bongkar muat. Seperti halnya yang terlihat di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS). Terminal Operator terbesar di Jawa Tengah itu akan segera mengoperasikan Automatic Rubber Tyred Gantry (ARTG) setelah merampungkan uji coba langsung ARTG untuk kegiatan bongkar muat. Uji coba bongkar muat tersebut telah dilakukan terhadap kapal MV Kanway Galaxy milik PT Samudera Indonesia yang memuat sekitar 600 petikemas. Dari jumlah tersebut dibongkar di Container Yard (CY) ARTG dalam uji coba bongkar muat tersebut sejumlah 200 peti kemas. “Sebelumnya beberapa rangkaian uji coba terhadap kesiapan ARTG ini sendiri telah dilakukan untuk memastikan bahwa alat tersebut benar-benar siap untuk melakukan kegiatan bongkar muat. Seperti pada awal bulan Juni lalu, telah dilakukan tes integrasi terhadap alat berat tersebut dengan tujuan untuk melihat konektifitas antara alat dan sistem yang ada di TPKS. Hasil dari tes integrasi itu sendiri dapat dikatakan sangat bagus, karena sistem dan alat telah terkoneksi dengan baik,” kata General Manager Terminal Peti Kemas Semarang, Erry Akbar Panggabean.

Tidak berhenti sampai disitu, kata Erry. Uji coba terhadap ARTG dilanjutkan dengan melakukan Endurance Test selama 8 jam tanpa berhenti. Tes ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar daya tahan alat saat melakukan bongkar muat. Dan seperti tes sebelumnya, endurance test menunjukkan hasil yang sangat positif. Hingga akhirnya diputuskan bahwa ARTG telah siap untuk melakukan uji coba bongkar muat secara langsung. Pengoperasian ARTG ini memang menjadi prioritas bagi TPKS. Pasalnya dengan memanfaatkan ARTG ini satu orang dapat menangani 3 ARTG sekaligus. Sehingga secara otomatis dapat mempercepat proses receiving delivery di TPKS. Bukan hanya itu, dari sisi planning juga akan jauh lebih akurat. Karena di dalam lapangan ARTG mampu bekerja secara otomatis sesuai dengan sistem yang telah di input. Dari sisi keamanan, pengoperasian ARTG juga dinilai mampu meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan TPKS. Hal tersebut dikarenan pengoperasian ARTG mampu meminimalisir masuknya tenaga kerja lain dan hanya menyisakan para sopir truck di dalam area Container Yard.

Erry juga menjelaskan, terkait dengan capaian TPKS selama tahun 2016 masih menunjukkan tren yang cukup positif. Tercatat kenaikan dalam tiap bulannya jika dibandingkan dengan waktu yang sama pada tahun lalu. Sebagai contoh, pada bulan Januari 2016 TPKS berhasil mencatat 54.162 Twenty Foot Equivalent Unit (TEUs) dalam kinerja bongkar muat. Pada waktu yang sama di tahun 2015, jumlah yang berhasil dicatatkan ada pada angka 52.308 TEUs. Jika ditotal selama awal tahun hingga bulan Juni 2016, kinerja bongkar muat yang berhasil ditorehkan oleh TPKS mencapai 321.160 TEUs sedangkan dalam kurun waktu yang sama pada tahun 2015 tercatat pada angka 318.246 TEUs. Apabila angka angka tersebut dinyatakan dalam peti kemas, dapat dikatakan bahwa capaian bongkar muat TPKS sebesar 201.613 peti kemas pada tahun 2016 dan 196.970 peti kemas pada tahun sebelumnya.

“Capaian kinerja bongkar muat TPKS pada semester satu ini yang menunjukkan tren positif tersebut, membuat TPKS sangat optimis mampu memenuhi target RKA tahun 2016 yang telah ditentukan. Apalagi jika melihat perbandingan angka – angka tersebut dalam persen kinerja pada semester satu tahun 2016 ini sudah melebihi dari target tahun lalu. Seperti halnya capaian TEUs pada semester ini telah mencapai 100,92 persen. Sedangkan pada peti kemas angka tersebut telah mencapai 102,36 persen,” kata Erry.
Bukan hanya terkait kinerja bongkar muat saja yang mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun lalu. Ships call atau panggilan kapal di TPKS juga menunjukkan peningkatan yang positif, jika tahun lalu tercatat 349 ships call pada semester 1, maka pada tahun ini mencapai 375 ships call pada kurun waktu yang sama. Jika dibandingkan, ships call tahun ini sebenarnya sudah melebihi 50 persen dari total ships call pada tahun 2015 yang tercatat di angka 701 ships call. Kenaikan lainnya yang berhasil ditorehkan oleh TPKS terkait dengan berat kotor kapal yang sandar. Hingga semester 1 tahun 2015 tercatat sebesar 5.042.388 gross tonnage (GT). Sedangkan pada semester 1 tahun ini telah tercatat sebesar 6.280.427 GT.

Categories: Operasional Terminal

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*