Menhub Budi Karya Tanpa Prestasi Kemaritiman

Menhub Budi Karya Tanpa Prestasi Kemaritiman

JAKARTA.(SLI). Budi Karya Sumadi (BKS) resmi menjadi Menteri Perhubungan menggantikan Ignasiun Jonan dalam reshuffle kabinet jilid II Presiden Joko Widodo. BKS dilipih presiden dengan pertimbangan sederet prestasi dan kemampuan yang dianggap mampu mengerjakan program pemerintah ke depan. Tapi, BKS tidak ditemukan memiliki catatan prestasi di bidang kemaritiman dan bisnis pelabuhan. Tentu saja, para pelaku bisnis kepelabuhanan sangat berharap kepada BKS ikut memuluskan program poros maritim dan angkutan laut nasional yang memiliki daya saing dalam perdagangan internasional.

Berikut profil Budi Karya Sumadi: Lahir di Palembang 18 Desember 1956. Lulusan Teknik Arsitektur Universitas Gajah Mada. Direktur Utama PT. Angkasa Pura II. Direktur Utama PT. Pembangunan Jaya Ancol, PT. Jakarta Propertindo keduanya merupakan BUMD Jakarta.
Komisaris PT Philindo. Presiden Direktur PT Wisma Jaya Artek. Direktur Pengembangan PT Jaya Garden Polis. Direktur Keuangan PT Jaya Real Property Tbk. Direktur Keuangan PT Jaya Land. Wakil Direktur PT Jaya Land. General Manager PT Semarang Bukit Jaya Metro.

Sementara prestasi kerjanya telah menyelesaikan beberapa program. Antara lain; Membangun Kota Baru Bintaro. Sukses membawa PT. Pembangunan Jaya Ancol, Go Publik (Tbk). Revitalisasi Waduk Pluit dan Waduk Rio-Rio. Penyelesaian rusunawa Marunda dan pembangunan Elektronik Road Pricing. Juga, pengembangan perluasan bandara Soekarno-Hatta. Kini, para pelaku bisnis pelabuhan (pelayaran, perusahaan bongkar muat/operator terminal (TO)/Badan Usaha Pelabuhan (BUP), pengusaha forwarding/ trucking, eksporir-importir menunggu gebrakan BKS membangun iklim bisnis di pelabuhan yang kondusif, harmonis dan berdaya saing bagi perdagangan nasional maupun internasional.

Categories: Advetorial

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*