Organda: Trailer Teluk Lamong Serap Subsidi

Organda: Trailer Teluk Lamong Serap Subsidi

SURABAYA.(SLI). Para pengusaha angkutan darat yang membiayai pengadaan angkutan trailer berbahan bakar gas (BBG) di Terminal Teluk Lamong (TTL) menyatakan bahwa bisnis angkutan darat di TTL tidak sesuai target. Karena volume muatan petikemas di terminal tersebut masih minim. Saat ini operator terpaksa mengeluarkan anggaran subsidi pada angkutan di terminal tersebut. Program penambahan 75 dari 100 trailer BBG pada 2016 ditangguhkan. “Tidak sesuai rencana, tidak sesuai target. Muatan masih minim dan terus disubsidi. Kami belum akan menambah angkutan baru di Terminal Teluk Lamong. Saat ini biarkan yang 25 unit beroperasi dulu sampai ada untung,” kata Ketua DPC Khusus Organda Tanjung Perak, Kody Lamahayu Fredy.

Menurut Kody, sejak awal Organda mendukung penuh program inovasi Pelindo III membangun terminal ramah lingkungan Green Port. Dengan harapan program memindahkan kepadatan kapal di Tanjung Perak dapat dipindahkan ke Terminal Teluk Lamong. “Ternyata, kondisi di lapangan tidak semudah itu. Karena pelaku bisnis tetap memilih pelayanan dengan biaya terjangkau dan tidak memberatkan. Traier Organda sendiri ternyata tidak bisa mengerjakan 100 persen sistem angkutan darat di tempat itu. Karena Terminal Teluk Lamong juga mengoperasikan angkutan terminal sendiri. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab biaya di Terminal Teluk Lamong menjadi tinggi,” kata Kody

Meski demikian, lanjut Kody. Organda akan tetap bertahan sampai komitmen kerjasama saling menguntungkan antara Organda dengan Terminal Teluk Lamong benar-benar terujud. “Kami pengusaha tetap berpikir positif. Terminal Teluk Lamong akan tetap kita support sampai sama-sama menguntungkan. Kami sudah investasi cukup besar. Sesuai perencanaan awal bahwa Terminal Teluk Lamong membutuhkan angkutan petikemas cukup banyak. Pelindo III menggandeng Organda dan kami sudah mendatangkan 25 unit dari 100 unit yang kami rencanakan. Bahkan kami juga sudah mendatangkan jenis baru berupa trailer hidrolis. Kami ingin menunjukkan bahwa pengusaha angkutan di Organda serius,” tambah Kody.

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*