ALFI, BJTI, Bea Cukai Dialog Interaktif

ALFI, BJTI, Bea Cukai Dialog Interaktif

SURABAYA.(SLI). Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (DPW ALFI) Jawa Timur menggelar Dialog Interaktif bersama Bea dan Cukai Tanjung Perak dan PT. Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) di Garden Palace, Kamis (12/5/2016). Materi yang diangkat meliputi masalah kepabeanan dan pelayanan jasa terminal-khususnya kegiatan perdagangan ekspor-impor. Masing-masing pihak diwakili’ Ketua DPW ALFI Jawa Timur, Hengky Pratoko, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tanjung Perak, Efrizal dan Direktur Operasi dan Teknik PT. Berlian Jasa Terminal Indonesia, Arief Prabowo. Sementara peserta dialog sekitar 200 anggota ALFI Jawa Timur.

 

Efrizal menyatakan BC berkomitmen mewujudkan program percepatan pelayanan jasa kepabeanan-khususnya masalah dwelling time di Tanjung Perak menjadi 3,5 hari. Komitmen tersebut dituangkan dalam visi dan misi KPPCB Tanjung Perak. Salah satu pertanyaan menarik yang diajukan anggota ALFI adalah perubahan status tujuan bongkar barang impor dari Tanjung Perak pindah ke Gresik. “Pindah lokasi bongkar tidak masalah. Asalkan ada keterangan dari Pelindo yang menyatakan alasan pindah bongkar. Mungkin dikarenakan Tanjung Perak penuh atau ada sebab lain,” kata Efrizal. Sementara Arief Prabowo yang juga Direktur Utama PT. Berlian Manyar Sejahtera mengatakan, pihaknya siap menerima limpahan kegiatan bongkar barang impor dari Tanjung Perak. Asalkan ada surat dari Pelindo III Tanjung Perak yang dibenarkan KPPBC Tanjung Perak. “Tugas kami melayani jasa bongkar muat. Selama status barang tidak ada masalah, ya kita kerjakan. Pada prinsipnya, kami siap melayani bongkar muat dan berupaya menciptakan kelancaran arus logistik nasional,” kata Arief.

 

Hengky Pratoko yang bertindak sebagai moderator menyatakan puas dengan dialog tersebut. Semua anggota ALFI mendapatkan pencerahan secara langsung dengan pihak terkait di pelabuhan. Sementara instansi terkait juga mendapatkan masukan dari pelaku bisnis di Tanjung Perak. “Saya kira pertemuan ini sangat produktif. Anggota ALFI dapat berdialog langsung dengan pimpinan Bea dan Cukai dan operator terminal yang melayani jasa bongkar muat barang. Pimpinan Bea dan Cukai dan BJTI juga mendapatkan beberapa masukan yang positif dari anggota ALFI. Tradisi keterbukaan ini harus dipertahankan. Sehingga masing-masing pihal bisa saling melakukan perbaikan,” kata Hengky.

Categories: Advetorial

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*