Organda Perak Jual Tarif 60 Persen

Organda Perak Jual Tarif 60 Persen

SURABAYA.(SLI). Tarif angkutan darat di Pelabuhan Tanjung Perak terus melorot. Para pengusaha angkutan darat mengaku sekarang ini hanya bisa menjual tarif 60 persen dari tarif pedoman hasil kesepakatan bersama. “Saya pusing dikejar wartawan terus. Tanya soal penurunan tarif. Apanya yang diturunkan ? Tarif angkutan darat di Tanjung Perak terus menurun, sebelum harga BBM solar turun. Sekarang ini kami hanya bisa menjual tarif 60 persen dari tarif pedoman hasil kesepakatan bersama. Kami sekarang dalam kondisi sulit. Muatan terus menurun,” kata Ketua DPC Khusus Organda Tanjung Perak, Kody Lamahayu Fredy di kantor Organda, Rabu (13/4/2016).

Dia mencontohkan, tarif angkut raw sugar tujuan Tanjung Perak ke Rejoso yang mestinya Rp 120 ribu per ton. Sekarang ini hanya Rp 54 ribu per ton. Tarif tersebut jauh dari normal. Pemilik angkutan katanya, hanya ingin mempertahankan supaya angkutan tetap jalan dan sopir angkutan tetap bekerja. “Omset saja tidak nyampek. Apalagi keuntungan. Sudah banyak anggota yang melaporkan kesulitan untuk bertahan dalam kondisi seperti ini. Bahkan beberapa perusahaan memberitahukan sudah tidak bisa beroperasi lagi. Karena muatan tidak ada,” kata Kody.

Dia membandingkan kondisi bisnis angkutan tahun 2011 sampai 2013 di Tanjung Perak. Pada saat itu load factor muatan angkutan masih 70 persen. Tapi sekarang ini sudah mencapai 50 persen. “BBM hanya sebagian kecil dari komponen keseluruhan biaya operasional angkutan. Sekarang ini BBM solar turun. Tapi biaya lainnya naik jauh lebih tinggi dibanding dengan turunnya BBM. Spare part terus naik. Biaya operasional di perusahaan dan sopir sendiri terus naik. Jadi turunnya BBM solar tidak memberi dampak signifikan bagi angkutan,” tambah Kody.

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*