Pelabuhan TES Operasikan Terminal Penumpang Modern

Pelabuhan TES Operasikan Terminal Penumpang Modern

SEMARANG.(SLI). PT Pelabuhan III Tanjung Emas Semarang (TES) akan mengoperasikan terminal penumpang modern. Menggunakan area 4.000 M2 dengan bangunan 2 lantai. Terdiri atas ruangan penumpang kapal domestik dan ruangan penumpang kapal internasional (cruise). Semua ruangan full AC. Dilengkapi dengan fasilitas security CT-Scan. Juga halaman tepi laut di lantai 2. Sehingga para pengantar maupun penjemput penumpang dapat melihat lebih dekat dengan naik-turun penumpang. Terminal penumpang modern TES tersebut akan diresmikan awal April 2016.

General Manajer PT. Pelabuhan III Tanjung Emas Semarang, Tri Suhardi kepada SLI mengatakan, terminal tersebut sebenarnya bangunan lama berupa gudang yang difungsikan sebagai terminal penumpang. Karena kondisinya sudah tidak layak lagi dan tuntutan adanya fasilitas yang memadai, akhirnya bangunan lama direhab menjadi lebih baik dan cukup modern. “Sekarang sudah tidak gudang lagi. Sudah menjadi terminal yang modern. Nyaman, bersih dan tertib. Semua calon penumpang kapal dapat menikmati suasana lebih enak. Baik penumpang kapal domestik maupun wisatawan manca negara. Semua ruangan full AC. Interiornya cukup berkelas. Semuanya menelan anggaran sekitar Rp 18 miliar,” kata Tri Suhardi saat ramah tamah dengan 60 mahasiswa STIAMAK dari beberapa daerah Indonesia Timur, Jumat (19/2/2016).

Menurut Tri Suhardi, arus kunjungan kapal penumpang di TES tidak pernah sepi. Setiap hari selalu ada kapal bahkan lebih dari satu kapal. Selama tahun 2015 mencapai 500 kapal dari berbagai jurusan-khususnya terbesar tujuan Indonesia Timur. Pelabuhan TES juga masuk dalam daftar destinasi kunjungan kapal Cruise. Rata-rata dalam setahun bisa mencapai 15 sampai 18 Cruise. Tujuan wisatawan asing sebagian besar ke Jogya di Candi Borobudur dan daerah sekitar Jawa Tengah.

Pelabuhan TES sekarang ini jauh lebih baik dibanding beberapa tahun sebelumnya-khususnya masalah banjir. “Masalah banjir di pelabuhan sudah bisa diatasi. Kita sudah operasikan sekitar 15 pompa otomatis. Pompa ini akan bekerja sendiri apabila terdapat genangan air. Mulai di terminal kapal barang, lapangan penumpukan, perkantoran, terminal angkutan sampai terminal penumpang. Jadi sudah tidak ada lagi tempat di pelabuhan yang banjir atau ada genangan air,” tegas Tri Suhardi.

Tri Suhardi dalam paparan pelabuhan TES di hadapan 60 mahasiswa STIAMAK mengungkapkan. Ada tiga kebutuhan pokok yang menjadi prioritas operator terminal. Yaitu; melayani kapal, melayani barang dan melayani penumpang atau hewan. Masing-masing memiliki karakteristik dan membutuhkan pelayanan yang berbeda. Misalnya; kapal membutuhkan pelayanan sandar secara cepat. Bongkar muat menuntut produktivitas yang tinggi dengan biaya terjangkau dan penumpang menginginkan pelayanan yang manusiawi, nyaman dan aman. Sementara pelayanan hewan juga membutuhkan teknis yang baik,” demikian kata Tri Suhardi.

Sementara mahasiswa STIAMAK yang merupakan putra putri daerah pilihan menyampaikan adanya temuan di lapangan beberapa saat sebelum dialog. Yaitu; sistem bongkar muat batu bara yang mengabaikan kebersihan sehingga sebagian material rontok ke laut. Menanggapi atas temuan tersebut, Tri Suhardi mengapresiasi mahasiswa yang jeli dalam melihat operasional di pelabuhan. “Hebat. Bagus sekali. Kalian jeli dalam melihat operasional di pelabuhan. Bagus sekali untuk evaluasi kami,” jawab Tri Suhardi.

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*