13 Fery Sudah Meninggalkan Ujung-Kamal

13 Fery Sudah Meninggalkan Ujung-Kamal

SURABAYA.(SLI). Sedikitnya 13 dari 18 kapal penyeberangan (Fery) sudah meninggalkan rute Ujung-Kamal (Surabaya-Madura). Mereka tidak mampu bertahan, setelah ribuan penumpang pelanggan setianya beralih ke jalur Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu). Kini, tujuh operator hanya tinggal tiga yang bertahan. Sebagian dari mereka sudah bangkrut. Kondisi ini diperkirakan akan semakin memburuk, jika pemerintah jadi membebaskan biaya lintas Suramadu bagi motor dan mobil.

Sinyal ancaman kebangkrutan telah dinyalakan para operator kapal. Mereka mengaku merugi Rp 4 miliar per kapal. Operator ASDP mengaku rugi Rp 8 miliar. Dan kondisinya terus memburuk. Problem Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepertinya sulit dihindari oleh pemilik kapal. Padahal jumlahnya lumayan besar. Satu kapal mempekerjakan 50 kru/orang. “Laporan keuangan mereka selalu rugi,” kata Ketua DPD Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Jawa Timur, Khoiri Soetomo.

Kerugian diakibatkan biaya perawatan kapal, sertifikasi, pengawasan kapal dan operasinal kapal. ”Saya berharap pemerintah benar-benar memikirkan persoalan ini. Sebelum Jembatan Suramadu berdiri, feri penyeberangan Surabaya-Madura berjumlah 18 armada yang dioperatori tujuh perusahaan. Namun sebagian gulung tikar menjadi tiga perusahaan. Mereka sudah tidak mampu bertahan karena mengalami kerugian sepanjang tahun. Kalau memang Suramadu digratiskan, tutup saja penyeberangan Ujung-Kamal,” kata Khoiri kecewa.

Categories: Pelayaran, Pelayaran umum

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*