Berbagi Pengalaman Kuliah S2 di Rotterdam

Berbagi Pengalaman Kuliah S2 di Rotterdam

MENYENANGKAN. Tahun 2013 bulan September, merupakan saat yang luar biasa bagi saya sebagai salah satu pegawai PT Pelindo III (Persero) yang diberi kesempatan untuk mengambil sekolah S2 di luar negeri yaitu di kota Rotterdam, Belanda. Jurusan yang saya ambil pada saat itu adalah Shipping and Transport di salah satu kampus di Rotterdam yaitu Netherlands Maritime University (STC-NMU).

Banyak sekali pengalaman yang dapat dibagikan dalam menghabiskan waktu 1,5 tahun belajar di luar negeri. Yang pasti bisa bertemu dengan banyak teman dari berbagi negara mulai dari Yunani, Latvia sebagai salah satu negara pecahan Uni Soviet, India, Afrika, Iran, Oman dan beberapa negara Eropa lainnya. Perbedaan budaya dengan para mahasiswa membuat suasana belajar di dalam kelas maupun diluar kelas menjadi sangat menarik dan lebih fun. Dalam memudahkan proses belajar, kemampuan berkomunikasi dengan bahasa Inggris menjadi hal penting untuk menjalin percakapan.

STC-NMU adalah salah satu kampus yang telah  menjalin kerjasama dengan Pelabuhan Rotterdam (Port of Rotterdam (PoR)) dalam hal penelitian dan juga dalam penyusunan strategi pengembangan pelabuhan. PoR adalah pelabuhan terbesar di wilayah Eropa dengan rata-rata kunjungan kapal internasional 35.000 unit per tahun, kedalaman 22,5 LWS dan dilengkapi infrastruktur dan suprastruktur yang cukup canggih sehingga mampu melayani kapal- kapal besar (mother vessels) dan menjadi hub port di Eropa. Dengan adanya kerjasama tersebut maka memudahkan para mahasiswa belajar tentang Strategi PoR, Supply Change Management and Logistics dan juga Hinterland Connection yang sangat  mendukung perkembangan pelabuhan itu sendiri.

Selama kuliah di STC-NMU, sering sekali pengajar mengundang para tenaga ahli dari PoR untuk bisa sharing pengetahuan terkait master plan pelabuhan, marketing strategy dan juga strategi ekspansi bisnis PoR ke luar negeri yang salah satunya adalah di Oman, Timur Tengah. Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Negara Oman selama 2 minggu guna belajar strategi Sultan Qaboos yang sangat terbuka dengan investor asing dan tenaga asing guna menunjang perkembangan negara dengan menerapkan Omanisation Programme yaitu mewajibkan setiap perusahaan memperkerjakan lebih dari 50 persen penduduk Oman baik di bidang kepelabuhanan maupun bidang lainnya.

Di dalam proses belajar di kelas, rata-rata mahasiswa menghabiskan waktu 7 jam per hari untuk satu mata kuliah dan setiap kampus mempunyai metode pembelajaran yang berbeda-beda. Namun yang menjadi menarik di sini adalah metode tersebut tidak membuat mahasiswa merasa bosan karena proses belajar dibuat menyenangkan dengan adanya diskusi interaktif, presentasi dan juga tanya jawab yang mendidik mahasiswa menjadi kritis terhadap segala materi yang diajarkan. Perdebatan antara mahasiswa dan dosen diakibatkan adanya perbedaan persepsi merupakan hal yang wajar di Eropa dan hal tersebut menuntut mahasiswa harus banyak memperkaya pengetahuan dengan membaca buku, journal dan juga mengikuti berita sebelum kuliah dan selama proses belajar.

Ada satu mata kuliah yang cukup menguras waktu dan tenaga selama disana yaitu Port Case. Mahasiswa dituntut untuk mampu memilih pelabuhan di suatu negara guna investasi PoR kedepan, menyusun master plan dan juga mempresentasikan di depan manajemen PoR. Hal ini merupakan tantangan bagi mahasiswa guna tampil maksimal dan mampu meyakinkan manajemen PoR tentang kebenaran analisis yang disusun selama berbulan-bulan. Proses penyusunan project tersebut sering menimbulkan perdebatan  antar mahasiswa dari beberapa negara. Namun kondisi tersebut mendidik mahasiswa menjadi berani berargumentasi dan juga menciptakan jiwa teamwork.

Kehidupan di luar negeri juga menuntut mahasiswa menjadi seseorang yang mandiri. Mengingat kondisi mahasiswa yang jauh dari keluarga dan mereka dituntut mampu bergaul dengan komunitas baru. Hidup di negara yang mempunyai 4 musim (spring,summer,automn,winter) menuntut mahasiswa mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, menjaga kesehatan dan juga menikmati banyaknya libur besar di Eropa. Setiap pergantian musim selalu diikuti dengan libur bersama. Momen ini digunakan para mahasiswa untuk melancong alias backpacker  ke berbagai negara di Eropa seperti Perancis, Jerman, Belgia yang dapat ditempuh dengan menggunakan kereta api super cepat (high speed train) dengan kecepatan rata-rata 200 km/jam. Apabila ingin berlibur ke tempat yang lebih jauh seperti ke Scandinavia, Turki, Yunani dan beberapa negara pecahan Uni Soviat, maka perjalanan dapat ditempuh dengan pesawat dengan harga super murah. Semua informasi tentang hotel, transportasi dapat diakses melalui hotelworld.com, skyscanner.com dan juga booking.com. Bagi para pecinta painting, Eropa merupakan surganya koleksi painting karya pelukis terkenal dunia seperti Van Gogh, Gustav Klimt, Leonardo Da Vinci, Pablo Picasso dan Salvador Dali.

Yang pasti tidak ada ruginya mengambil kuliah di luar negeri karena selain belajar di kampus kita juga menghabiskan liburan dengan travelling keliling negara-negara di Eropa untuk memperkaya pengetahuan tentang budaya, sejarah dan juga pertemanan.

 

Penulis: Lina Ratnasari SSc.MSc (Manajer Sistem Manajemen, Keamanan dan Keselamatan Kerja PT Pelabuhan III Cabang Banjarmasin.

 

 

 

Categories: Advetorial, Umum

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*