Jeruk 59 Ton Hasil Tangkapan BC-Karantina Akan Dimusnahkan

Jeruk 59 Ton Hasil Tangkapan BC-Karantina Akan Dimusnahkan

SURABAYA.(SLI). Kantor Wilayah Bea dan Cukai dan Karantina Jawa Timur sudah menyiapkan antisipasi terburuk dari kejadian penyelundupan buah di Terminal Petikemas Surabaya, Jum’at (29/1/206). Yaitu; dengan cara memusnahkan, jika importirnya melakukan pembangkangan terhadap sanksi yang dikenakan.

Kepala Kanwil Bea dan Cukai Jawa Timur Rahmat Subagio mengatakan, pihaknya akan memproses sebagaimana peraturan yang berlaku. Pelaku penyelundupan dengan cara memalsukan dokumen buah pir menjadi fisik berupa jeruk harus membayar denda. Kerugian negara ditaksir mencapai Rp 250 juta. Sedangkan denda yang harus dibayar importir 10 kali lipat dari nilai tersebut.

“Ini masih akan kita proses. Jadi potensi kerugian negara dari pemalsuan dokumen ini mencapai Rp 250 juta. Denda yang harus dibayar dari pihak importir 10 kali lipat. Kalau meraka tidak bisa memenuhi ketentuan ini, bisa jadi langkah terakhir adalah dimusnahkan,” kata Rahmat Subagio.

Langkah pemusnahan barang hasil penyelundupan tersebut kata Rahmat, sudah biasa dilakukan, apabila pemilik barang atau pihak importir tidak segera menyelesaikan. Diketahui impor buah jeruk dan beberapa macam buah lainnya menggunakan dokumen buah pir. Importir mencoba mengelabuhi untuk menghindari bea masuk sebesar 20 persen yang harus mereka bayar. Pemiliknya dari Jakarta.

Seperti diketahui, Kanwil Bea dan Cukai bersama Karantina Jawa Timur menggagalkan upaya penyelundupan buah impor melalui Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Pihak BC dan Karantina melakukan ekspos, Jum’at (29/1/2016).

Pihak BC mengatakan, pengiriman 59 ton jeruk yang dikemas dalam 3 petikemas ukuran 40 feet asal Cina tersebut dalam dokumennya disebutkan buah pir. Ternyata fisik isi petikemasnya berupa jeruk. Buah pir sebanyak 1.775 karton atau 12.842 kg. Tapi hasil pemeriksaan fisik ditemukan lima jenis buah berbeda. Yaitu; sebanyak 1.335 karton atau 10.015 kg pir, 360 karton atau 1.800 kg apel, 5 karton atau 67,5 kg kurma merah, 89 karton atau 890 kg kimchi, dan 4 karton atau 900 kg hazel nut.

Langkah pemusanahan barang bukti hasil tangkapan upaya penyelundupan juga dibenarkan oleh pihak Karantina. “Kasus ini akan kita proses sampai tuntas. Biasanya, barang dikeluarkan dulu dari TPS dan tetap dalam pengawasan petugas. Tapi kalau pemilik barang atau importir tidak bisa menyelesaikan, yah jalan terakhir terpaksa dimusnahkan,” kata salah satu petugas Karantina.

Seperti diketahui pihak Karantina melalui Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) di TPS juga menangkap buah impor yang tidak sesuai antara dokumen dengan fisik barang. Dalam dokumen impor disebutkan bahwa dalam tiga petikemas tersebut berisi buah pir dengan jumlah 7.200 karton atau 51.840 kg. Tapi pemeriksaan fisik ditemukan, buah pir hanya berjumlah 1.394 karton atau 11.849 kg.  Sebaliknya, dalam petikemas yang sama ditemukan adanya dua jenis jeruk yaitu,  jeruk ponkam sebanyak 5.214 keranjang atau 48.490 kg dan jeruk honey murcot sebanyak 1.157 karton atau 10.991 kg. Jeruknya sebanyak 83,39 persen. Sementara pir nya hanya 16,61 persen.

 

Categories: Operasional Terminal

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*