Bisnis Aman dengan One Stop Service

Bisnis Aman dengan One Stop Service

SURABAYA.(SLI). Kondisi pelayanan jasa di pelabuhan semakin baik. Fasilitas mekanik semakin banyak. Sistem operasional juga dibenahi. Sebaliknya semakin banyak penjual jasa di Pelabuhan Tanjung Perak berguguran. Mereka bangkrut dan gulung tikar. Terbesar dialami Perusahaan Bongkar Muat (PBM).

Saat ini bisnis jasa di pelabuhan yang bertahan-khususnya swasta- hanya perusahaan yang mampu memberikan pelayanan One Stop Service (OSS). Perusahaan yang memiliki PBM, EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut) dan angkutan darat. Ada juga dilengkapi dengan membuka usaha agen pelayaran. Tiga-empat jasa dijual dalam satu paket. Sehingga tarifnya bisa lebih murah.

“Sekarang ini jangan harap bisa hidup, kalau Cuma punya satu PBM saja atau Cuma angkutan saja. Kalau mau bertahan, ya harus punya semuanya, PBM, EMKL dan angkutan. Karena ketiga jasa ini merupakan satu rangkaian. Kalau dipisah-pisah ongkosnya jadi mahal,” kata Direktur Utama PT (PBM) Sinar Duta Persada, Kody Lamahayu Fredy.

Pengusaha lain mengatakan, jual tiga jasa dalam satu paket juga belum menjamin bisa bertahan. Bisnis jasa akan kuat, apabila menguasai order dari pengguna jasa. Fungsi marketing menjadi sangat penting sebelum memberikan layanan jasa operasional di pelabuhan.

“Jadi, pertama kuasai pemilik barang atau pengguna jasa. Kedua, berikan layanan satu paket, PBM, ekspedisi dan angkutannya. Kalau perlu, gudang juga harus ada. Semua kami punya,” kata Presdir. Sunan Group, Sunarlin yang banyak mengerjakan transportasi dan handling project cargo baik domestik maupun internasional.

Categories: Angkutan darat

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*