Organda Inginkan Tarif Angkutan Pelabuhan Tidak Turun

Organda Inginkan Tarif Angkutan Pelabuhan Tidak Turun

SURABAYA.(SLI). Para pengusaha angkutan darat (Organda) Tanjung Perak menginginkan tarif angkutan darat di Tanjung Perak tidak turun, meskipun tarif Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai Selasa (5/1/2016) turun. Alasannya, sekarang ini tarif yang berlaku di pasar jauh dibawah tarif normal sebagaimana dalam pedoman tarif angkutan yang sudah disepakati bersama.

‘Tarif angkutan tetap-tidak turun, meskipun harga BBM nanti turun. Sekarang ini tarif yang berlaku sudah jauh dibawah tarif pedoman. Jadi Organda tidak akan menurunkan tarif lagi. Kami ingin perusahaan angkutan Organda sehat,” kata Ketua DPC Khusus Organda Tanjung Perak, Kody Lamahayu Fredy.

Alasan lainnya, anggota Organda Tanjung Perak sekarang ini dalam proses peremajaan armada baru. Saat ini armada baru mencapai 70 persen-khususnya angkutan petikemas dan dump truck. Sementara masih ada 30 persen yang akan menyusul ikut diremajakan. Total armada anggota Organda sebanyak 8.000 unit.

Seperti disampaikan Menteri ESDM, Sudirman Said. Harga Premium dari Rp 7.300/liter turun jadi Rp 6.950/liter. Tapi akan ada pungutan dana ketahanan energi Rp 200/liter untuk premium, maka harga Premium jadi Rp 7.150/liter, atau turun Rp 150/liter. Sedangkan harga solar dari Rp 6.700/liter menjadi Rp 5.650/liter itu sudah termasuk subsidi Rp 1.000/liter, kemudian ditambah dana ketahanan energi Rp 300/liter untuk solar, jadi harganya Rp 5.950/liter. Harga BBM baru tersebut mulai diberlakukan, Selasa (5/1/2016). Penetapan berlaku selama tiga bulan ke depan.

Categories: Angkutan darat

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*