Menhub Larang Truk Beroperasi di Tahun Baru 2016

Menhub Larang Truk Beroperasi di Tahun Baru 2016

SURABAYA.(SLI). Menteri Perhubungan Ignasius Jonan melalui Surat Edaran No. SE 48 Tahun 2015 melarang truk (angkutan barang) beroperasi mulai 30-31 Desember 2015 sampai 3 Januari 2016. Tujuannya, untuk peningkatan pelayanan dan kelancaran arus lalu lintas pada masa angkutan natal 2015 dan tahun baru 2016.

Adapun kendaraan yang dilarang meliputi; angkutan bahan bangunan, truk gandeng, kendaraan kontainer dan kendaraan pengangkut barang dengan sumbu lebih dari dua. Kecuali; angkutan BBM, ternak dan barang kebutuhan pokok. Pupuk, susu murni, barang antaran pos dan barang ekspor-impor tujuan pelabuhan. Khusus angkutan bahan pokok yang tidak tahan lama dan cepat rusak melalui moda darat diberikan prioritas.

Dijelaskan juga, apabila terjadi gangguan arus lalu lintas dan angkutan jalan, maka untuk mengatasi kondisi tersebut disarankan berkoordinasi dengan aparat pemerintah dari Dirjen Perhubungan Darat, TNI dan Polri.

Menanggapi adanya larangan tersebut Ketua DPC Khusus Organda Tanjung Perak Kody Lamahayu Fredy mengatakan, pemerintah kurang antisipasi. Pemberitahuan melalui Surat Edaran tersebut sangat terlambat. Karena angkutan pelabuhan sudah pada posisi di tengah perjalanan.

“Pemberitahuan itu mestinya kurang satu bulan. Jadi kami semua bisa membikin perencanaan dan persiapan. Kalau seperti ini, banyak angkutan posisinya sudah di tengah jalan. Kesulitan lainnya, jasa angkutan sudah terlanjur terima order. Mohon angkutan yang sudah terlanjur jalan dikawal,” kata Kody.

Kody menambahkan, larangan beroperasi untuk angkutan pelabuhan juga berpotensi terjadinya dwelling time di pelabuhan. Dia mengusulkan supaya beberapa kapal pengangkut barang tertentu tidak disandarkan di pelabuhan. Misalnya muatan; besi, semen, pasir, kayu log, tanah liat dan sertu. “Jangan disandarkan. Atau kalau mau bongkar di lini-1 saja,” tambah Kody.

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*