Operasional Pelindo II Tetap Berjalan Normal

Operasional Pelindo II Tetap Berjalan Normal

JAKARTA.(SLI). Kegiatan operasional mulai pelayanan kapal, bongkar muat dan jasa terkait di lingkungan PT Pelabuhan II (Pelindo II) dipastikan lancar berjalan sebagaimana biasa. Para pelaku usaha port user di lingkungan operasional Pelindo II dapat menjalankan ushanya sebagaimana biasa.

Pelindo II memastikan kegiatan usaha Indonesia Port Corporation (IPC) tetap berjalan sebagaimana biasa, setelah penetapan Direktur Utama Pelindo II, Richard Joost (RJ) Lino sebagai tersangka terduga kasus pidana korupsi pengadaan Quay Container Crane (QCC) tahun 2010 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tanggal 18 Desember 2015.

“Kami hormati proses hukum terkait masalah yang menyangkut pimpinan Pelindo II. Kami jamin kegiatan operasional maupun kerjasama dengan pihak lain tetap berjalan sebagaimana biasa,” kata Sekretaris PT Pelabuhan II, Banu Astrini.

Seperti diberitakan, Direktur Utama Pelindo II, RJ Lino ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait pengadaan peralatan bongkar muat QCC tahun 2010.

“Dalam pengembangan penyelidikan, KPK menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan RJL, Dirut PT Pelindo II, sebagai tersangka,” kata pelaksana harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di gedung KPK, Jakarta, Jumat (18/12/2015).

Surat perintah penyidikan diteken pimpinan KPK pada 15 Desember 2015 Tidak dijelaskan, nilai kerugian negara dalam kasus tersebut. Lino diduga melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri dan korporasi. Atas perbuatan tersebut, Lino dijerat Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 KUHP.

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*