Pelindo III Kerahkan 12 Kapal Bantu

Pelindo III Kerahkan 12 Kapal Bantu

(SLI). PT Pelabuhan III (Pelindo III) mengerahkan 12 kapal bantu untuk tindakan pertolongan evakuasi musibah KM Wihan Sejahtera di alur pelayaran Tanjung Perak (16/11/2015). Terdiri 10 kapal Tunda dan 2 kapal Pandu.

“Kami kerahkan armada kami untuk membantu evakuasi agar bisa berjalan cepat dan lancar,” kata General Manajer PT Pelabuhan III Tanjung Perak Eko Harijadi Budijanto.

Kapal-kapal tunda dan pandu yang membantu proses evakuasi adalah Kapal Tunda Anggada X, Bima 324, Madelin III, Joyoboyo, Jayengrono, Maiden III, Hercules I, Kresna 306 dan Kresna 315 dan Hercules 2 dan 2 unit RIB. Selain dari Pelindo III, proses evakuasi juga dibantu kapal dari Ditpol Air Polda Jatim, Coast Guard dan perahu-perahu nelayan.           KM Wihan Sejahtera yang dioperasikan PT Trimitra Samudera mengisi rute Surabaya-Labuan Bajo-Ende (NTT) kemarin tenggelam di perairan Pelabuhan Tanjung Perak sekitar pukul 08.00 WIB.

Kapal berjenis Roll On-Roll Off (RO-RO)  memiliki panjang 120,6 meter dan lebar 23,12 meter dengan berat 9.786 groston. Pelayaran rute Surabaya-Labuan Bajo-Ende (NTT) ini terbilang baru karena baru empat kali pulang-pergi.

Para penumpang yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke Terminal Penumpang Kapal Laut Gapura Surya Nusantara (GSN) untuk mendapatkan perawatan serta pendataan. ’’Para penumpang dapat beristirahat di sini sembari dilakukan pendataan oleh instansi terkait’’, kata Eko Harijadi Budijanto.

Sedangkan penumpang yang mengalami cedera berat langsung dibawa ke Rumah Sakit PHC untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Beberapa instansi, diantaranya seperti Basarnas, Polres Tanjung Perak, Pemerintah Daerah, Kantor Kesehatan Pelabuhan, dan RS PHC sudah stand by di dalam terminal.

Posko crisis center didirikan untuk memberikan layanan kesehatan maupun psikologi. Puluhan ambulan dari berbagai instansi juga disiapkan untuk menolong para korban. ’’Selain menyediakan penampungan sementara di Terminal GSN, kami menyediakan bantuan makanan dan puluhan pakaian bagi para korban’’, lanjut  Eko Harijadi.

Untuk memudahkan pendataan, para penumpang dibagi menjadi dua bagian, yakni penumpang yang akan melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo atau Ende dan penumpang yang tidak melanjutkan perjalanan atau kembali ke keluarga atau sanak saudara di Surabaya dan kota-kota di sekitarnya.

Sementara data Vessel Traffic Control dan keterangan dari petugas pandu dari Pelabuhan Tanjung Perak, Kapal KM Wihan Sejahtera telah miring sejak di depan Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dan jauh dari Bangkai Kapal Tanto Hari yang saat ini sedang dalam proses pengangkatan.

Lebih lanjut, kondisi Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) aman untuk keluar masuk kapal karena  Pelindo III telah melakukan pendalaman alur sampai dengan -13 meter LWS (Low Water Spring) dan pelebaran sampai dengan 150 meter, sehingga sangat kecil kemungkinan KM Wihan Sejahtera menabrak bangkai kapal

Categories: Pelayaran, Pelayaran umum

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*