Iwan Sabatini Inspirator Bisnis Pelabuhan

Iwan Sabatini  Inspirator Bisnis Pelabuhan

Melintas batas, berjalan diluar jalur atau apapun namanya untuk sebutan bagi orang yang sukses dari beragam jalan yang dilalui. Iwan Sabatini sang Direktur Utama PT. Pelindo Husada Citra Surabaya.

Lulusan Magister Sain Universitas Brawijaya mengawali kerja di Badan Pengusahaan Pelabuhan Tg Perak bidang keuangan selamat 18 tahun. Kemudian Tahun 1993 dipomosikan masih lingkup keuangan di Unit Terminal Peti Kemas (UTPK)-sekarang Terminal Petikemas Surabaya (TPS) yang kemudian tahun 1999 menjai anak perusahaan PT. Pelindo III hasil privatisasi dengan P&O Port Australia kemudian pindah tangan ke Dubai Port World (DP World). Dia juga mendapat promosi sebagai Asisten Manajer Komersial di PT. Terminal Petikemas Surabaya (TPS).

Dalam melaksanakan tugas di Komersial memberikan langkahnya berteman dengan banyak pihak baik Pelanggan dan wartawan sehingga di Tahun 2004 prestasinya mulai berkibar saat menjabat sebagai Public Relation Asistant Manager TPS langsung dibawah Vice President (dari P&O Port) yang saat itu dijabat oleh David P Montgomery. Iwan yang pernah kuliah di IKIP Surabaya membuat derap langkahnya makin maju dalam berkomunikasi sehingga semakin dekat dengan Stake-Holder, Media termasuk jejaring P&O Group saat itu dengan mengikuti beberapa pameran di Asia dan Australia.

Kemampuan dan prestasi Iwan Sabatini di TPS mengantarkan bapak tiga anak ini pindah tugas. Tahun 2008 diangkat menjadi Corporate Public Relation di bawah Corporate Secretary kantor pusat PT. Pelindo III. Jika sebelumnya Iwan-demikian Iwan Sabatini akrab dipanggil, hanyak sebatas mengurus satu terminal dengan arus petikemas sekitar 1 juta TEUs per tahun atau 1000 boks petikemas keluar masuk TPS per hari.

Tugas baru Iwan sebagai Kepala Humas Pusat Pelindo III menjadi lebih besar. Memahami dan mengawal kebijakan pimpinan perusahaan. Mengkomunikasikan dengan pihak diluar perusahaan dan membangun opini positif untuk pertumbuhan perusahaan dan mengedukasi berbagai pihak agar mengetahui dan memahami tugas atau fungsi PT Pelindo III sebagai Terminal Operator.

Melaksanakan tugas membantu direksi, sehingga mengetahui karakter pelabuhan masing-masing daerah yang jumlahnya mencapai 43 pelabuhan di 7 propinsi juga mengikuti setiap peristiwa yang terjadi di daerah menjadi hal yang strategis untuk diketahui semua pihak.

Catatan penting saat menjadi Humas Pusat Pelindo III adalah ikut mengedukasi dan mengamankan opini positif perusahaan saat diluncurkan Undang-Undang 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan diberlakukan pada Mei 2010. Termasuk ikut memberikan opini kepada public saat pembangunan Terminal Teluk Lamong yang mendapat pertentangan opini dari berbagai pihak.

Menghimpun sekitar 40 wartawan dari berbagai media cetak harian-mingguan, elektronik tv-radio-online kata Iwan sungguh mengasyikan, seperti mempunyai Saudara atau Prajurit yang bahu bersama membantu membangun Pelindo III . Pekerjaan mengimbangi opini di media mungkin melelahkan-khususnya soal waktu. Tapi semuanya dapat dikerjakan dengan nyaman dan aman. Iwan mampu mengawinkan potensi seni dan nyali. Sehingga semua masalah selalu dapat diatasi dengan mulus.

Tahun 2011 Jalan lapang membawa Iwan Sabatini menapaki karir baru sebagai General Manager Pelindo III Benoa-Bali. Memulai memimpin dan meramaikan industri pariwisata di Pulau Bali dengan mengundang Cruise sebanyak-banyaknya. Menggandeng pelaku bisnis perjalanan wisata. Menciptakan dan meningkatkan layanan dari Port Destination menjadi Turn Around Port untuk Cruise di pelabuhan Benoa Bali. Kebiasaan lama tetap ingin merangkul media dan wartawan sehingga Pelindo III Cabang Benoa makin semarak dan sering dikunjungi Kementrian Pariwisata dan memberikan kontribusi multiplyer-efect bagi Denpasar dan sekitarnya. Karena kapal Cruise makin banyak mengunjungi Benoa hingga saat ini. Iwan juga telah mendapatkan penghargaan sebagai Bali Marketeers of the Year 2013 dari Mark Plus inc.

Karir Iwan terus melejit tak terbendung setelah Direksi Pelindo III memintanya memimpin Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS). Kerja cepatnya menghentikan problem lama yaitu banjir didalam terminal, dengan menggerakan seluruh SDM yang ada dan membuat pompa-pompa tambahan serta mengintgrasikan dengan Polder yang dibuat Cabang Tg Emas akhirnya TPKS bebas dari banjir.

Di Semarang inilah Iwan mengakhiri tugasnya mengurus soal kunjungan kapal, arus petikemas dan berhubungan dengan pengurus asosiasi pelabuhan. Berkat sinergi yang telah dilakukan olehnya sebagai Terminal Operator Petikemas dengan asosiasi pelabuhan dan pelaku bisnis, maka Iwan mendapatkan penghargaan sebagai Marketeers of the year 2014 di Semarang dari Mark Plus inc.

Suatu hal yang tidak diduga dan tidak pernah ia bayangkan dimana pada pertengahan Maret 2015 dia menerima tugas baru sebagai Direktur Utama PT RS PHC dari dr Nunung Nugroho. Pemegang Kuasa meminta untuk mampu meningkatkan pelayanan dan citra RS PHC lebih baik .

Hal itu memacu Iwan untuk mampu mengkomunikasi dengan para dokter agar memahami arah dari pengembangan PHC. Maka mulai Juni 2015 dia dapat memisahkan tugas korporasi dengan pelayanan rumah sakit membentuk PT Pelindo Husada Citra dan mengangkat Kepala Rumah Sakit PHC Surabaya.

Iwan memilih mengembangkan pelayanan dengan melebarkan sayap operasional rumah sakit. Bekerjasama dengan rumah sakit di daerah operasional Cabang Pelabuhan PT. Pelindo III.

Membenahi klinik PHC di Semarang dan mempersiapkan menjadi rumah sakit PHC kelas C. Hal yang sama juga dilakukan pada beberapa klinik PHC di Surabaya. Seperti klinik PHC Benowo , PHC Kebraon dan Klinik PHC Tg Perak.

Sedangkan pembangunan RS PHC baru target utama akan dibangun di Banjarmasin, disusul di Benoa-Bali dan Tegal. Pembangunan akan dimulai pada 2016 sampai 2018.

Inspirasi yang dapat dipetik dari perjalanan karier Iwan Sabatini adalah; jalani hidup dengan lurus dan benar , terima tugas dengan rasa optimis, kerjakan tugas sesuai garis perusahaan, berinovasi dan berkreasi untuk perusahaan, berpikir positif terhadap lingkungan dan mengelolanya dengan baik, bekerja dengan nyali dan seni.

Keberuntungan Iwan Sabatini ini semakin nyata, setalah meraih beberapa penghargaan sebelumnya dan kini di tahun 2015 RS PHC Surabaya mendapatkan Champion Service Excelent untuk Hospital B-Class katagori Jawa-Bali. Sebenarnya yang ini merupakan bukti kerja nyata Tim RS PHC Surabaya yang sudah baik dan lebih baik lagi dan mampu memberikan pelayanan kepada pasien lebih nyaman dan menyenangkan.

 

 

 

Categories: Advetorial, Foto Lepas

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*