Djarwo Surjanto, Inspirator Bisnis Pelabuhan

Djarwo Surjanto, Inspirator Bisnis Pelabuhan

MELAJU cepat, melompat, melesat atau apa pun istilahnya yang menggambarkan inovasi dan keberanian seorang Djarwo Surjanto sang pemimpin PT Pelabuhan III (Pelindo III). Bapak 4 anak suami dari Noni ini mulai berkibar saat menjadi Direktur Utama PT Pelabuhan IV di Makassar.

Dia menempati posisi sebagai Direktur Utama PT Pelabuhan III sejak 2009. Jabatan tersebut merupakan kali kedua. Karena sebelumnya telah menjabat sebagai Direktur Teknik Pelindo III sebelum di Pelindo IV Makassar.

Berikut gebrakan Djarwo Surjanto di Pelindo III. Merombak organisasi SDM, Meningkatkan pendapatan pegawai-khususnya para General Manager (GM), Mengoptimalkan seluruh potensi SDM untuk peningkatan produktivitas kerja dan peningkatan pendapatan perusahaan.

Pengembangan usaha dengan mendirikan anak dan cucu perusahaan. Mulai pengerahan tenaga kerja, properti, galangan kapal, kelistrikan maupun pengembangan bisnis utama operasional terminal.

Djarwo Surjanto juga menjadi pimpinan BUMN yang mengelola pelabuhan di 7 propinsi paling berani berinvestasi. Melakukan revitalisasi di beberapa terminal yang sudah ada. Seperti di Tanjung Perak, Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS), Terminal Peti Kemas Banjarmasin (TPKB) Kalimantan, Terminal Peti Kemas (TPK) Kupang (NTT).

Mega proyek Terminal Teluk Lamong (TTL) sebagai Green Port pertama di Indonesia yang mengoperasikan peralatan sistem elektrifikasi. Terminal Penumpang Modern Tanjung Perak Surabaya yang mengoperasikan Garbarata.

Membangun Pelabuhan Internasional di Manyar Kabupaten Gresik lengkap dengan kawasan industri seluas 3.000 hektar. Kerjasama Pelindo III dengan perusahaan go public PT Aneka kimia Raya (Tbk). Membelanjakan investasi triliunan rupiah. Mulai dana kantong perusahaan sampai pinjaman luar neger (global bound). Sangat berani.

Pekerjaan lain adalah melakukan renovasi 6 terminal penumpang di wilayah timur Indonesia. Nilai investasinya sekitar Rp 1 triliun. Djarwo Surjanto tidak sekedar ngomong. Tapi melakukan semua rencana perusahaan. Bisa.

Hal menarik yang bisa dipetik dari laki-laki kelahiran Bandung 12 Nopember 1959 ini adalah; Semangat, Kerja Keras, Berani, Yakin dan Optimis, Menghimpun potensi SDM dan Menghargai.

 

Nama : Ir. Djarwo Surjanto, Dipl.HE

Jabatan : Direktur Utama PT Pelindo III (Persero)

TTL : Bandung, 12 November 1959

Istri : Mieke Yolanda Fransisca Van Renesse

Anak :

  1. Liano Mahardhika (laki-laki)
  2. Nydhi Citra Asara (perempuan)
  3. Pragola Jiwa (laki-laki)
  4. Prita Anissa Savira (perempuan)

 

SEBAGAI sosok pemimpin yang jadi panutan, Djarwo Surjanto memberikan   contoh kedisiplinan dan membangun mental positif untuk bekerja lebih giat.“Harus dengan contoh. Masyarakat kita paternalistik,” ujar Djarwo.

Dengan terbentuknya SDM yang handal, solid, dan kuat menjadikan langkah pengembangan

bisnis Pelindo III semakin mudah dan gampang diraih. Upaya peningkatan infrastruktur di daerah operasional pelabuhan terus dilakukan.

Mulai perbaikan dan penambahan fasilitas dermaga, terminal, peralatan bongkar muat, juga sistem operasional. Ini semua dilakukan dalam rangka peningkatan pelayanan pada semua pengguna jasa pelabuhan.

Baik percepatan untuk peningkatan produktivitas bongkar muat maupun kualitas pelayanan menjadi lebih baik. Sebagai Terminal Operator (TO) menjadikan posisi Pelindo III semakin strategis.

Sebagai penggerak dalam pertumbuhan ekonomi. Karena merupakan pintu gerbang kelancaran arus pengiriman barang via laut. Baik barang tujuan dalam negeri (antarpulau) maupun barang tujuan ekspor-impor (internasional).

Beberapa prestasi menonjol telah dilakukan Djarwo Surjanto. Seperti; pembangunan Terminal Multi Purpose (green port) Teluk Lamong, Peningkatan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), Modernisasi Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS), Peningkatan Terminal Peti Kemas Banjarmasin (TPKB),

dan Pengembangan Pelabuhan Pariwisata Benoa-Bali. Terminal Multipurpose Teluk Lamong dibangun untuk mendukung percepatan pelayanan kapal dan bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Terminal ini memiliki kedalaman sampai -14 meter dan menjadi terminal ramah lingkungan kali pertama di Tanah Air. Teluk Lamong dioperasikan dengan teknologi canggih menggunakan Automatic Stacking Crane (ASC) yaitu alat angkat dan angkut yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. “Di dunia hanya Jerman, Arab Saudi, dan Spanyol yang menggunakan ASC,” kata Djarwo Surjanto.

Kegiatan lainnya adalah upaya pendalaman dan pelebaran Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS). Tujuannya untuk mempermudah dan memperbanyak jumlah kapal dengan daya angkut lebih besar masuk di Pelabuhan Surabaya. Baik kapal kargo maupun kapal petikemas.

Selain perhatian pada kegiatan pelabuhan niaga dan perdagangan, Pelindo III juga sangat konsen terhadap pelayanan di pelabuhan pariwisata. Pelabuhan Benoa-Bali sebagai pelabuhan pariwisata terbesar di Tanah Air telah dilakukan beberapa pembangunan dan peningkatan pelayanan.

Di antaranya; kapal pengangkut wisatawan asing (cruise) yang semula tidak bisa sandar dan harus rede di kolam, sekarang sudah bisa langsung merapat di dermaga. Pelabuhan Benoa-Bali kini memiliki terminal khusus untuk penumpang cruise, yaitu Benoa Cruise Terminal (BCT) lengkap dengan segala fasilitas. Penumpang cruise yang semula terbatas pada jumlah penumpang tetap (turun-naik), sekarang ini sudah banyak mengangkut penumpangsilang (turn around cruise port).

 

KARIR:

  • Staf Direktorat Pelabuhan Pengerukan Ditjen Hubla Departemen Perhubungan (1 Juni 1977 – 31 Desember 1977)
  • Kepala Dinas Perencanaan dan Perkembangan Pelabuhan BPP
  • Belawan, Medan (1 Januari 1978 – 1 Maret 1981)
  • Kepala Divisi Teknik BPP-Bitung Merangkap Pimpro Pengembangan Pelabuhan Sulawesi Utara (2 Maret 1981 – 14 Juni 1984)
  • Kepala Sub Direktorat Perencanaan Perum Pelabuhan IV, Ujung
  • Pandang (15 Juni 1984 – 8 Juni 1989)
  • Koordinator Proyek Bantuan Luar Negeri Perum Pelabuhan IV, Ujung Pandang (9 Juni 1989 – 29 April 1993)
  • Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan PT Pelindo
  • IV (Persero), Makassar (30 April 1993 – 11 Januari 1995)
  • Direktur Teknik PT Pelindo III (Persero), Surabaya (12 Januari 1995 – 23 April 2003)
  • Dirut PT Pelindo IV (Persero), Makassar (10 Maret 2002 – 20 Mei 2009)
  • Dirut PT Pelindo III (Persero), Surabaya (20 Mei 2009 s/d  sekarang)
Categories: Advetorial, Foto Lepas

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*