Lima Pikiran Penting INSA Surabaya

Lima Pikiran Penting INSA Surabaya

(SLI). Ketua DPC INSA Surabaya, Stenvens Handry Lesawengen memiliki lima pikiran penting terkait pelayanan di pelabuhan. Yaitu; disiplin, ketepatan waktu, kinerja terukur dan konsisten. Operasional Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) berlaku fleksibel dan tidak membebani biaya transportasi laut di Surabaya.

Terminal Petikemas Surabaya (TPS) fokus melayani kegiatan bongkar muat kapal petikemas domestik dan Terminal Teluk Lamong (TTL) fokus melayani kapal petikemas internasional.

Otoritas Pelabuhan (OP) sebagai kepanjangan tangan pemerintah tetap menjaga mekanisme koordinasi pembentukan peraturan pelabuhan dan tidak menggunakan pendekatan kekuasaan.

Perlu satu persepsi antar lembaga dan instansi di pelabuhan baik di tingkat kementerian maupun pelaksana di lapangan untuk menciptakan iklim usaha pelabuhan yang kondusif dan berdaya saing.

“Keberadaan orang asing di TPS banyak memberikan pelajaran. Jangan paksa kapal melewati APBS. Sebaiknya ke depan TPS fokus kapal petikemas domestik dan Terminal Teluk Lamong untuk kapal internasional. Terminal Handling Charge (THC) untuk barang antar pulau tujuan ekspor bisa diturunkan sampai 50 persen. Sistem penetapan tarif sebaiknya tetap melalui mekanisme koordinasi dengan asosiasi. Semua lembaga dan instansi di pelabuhan juga harus satu persepsi untuk menciptakan iklim bisnis yang kondusif,” kata Stenvens.

 

 

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*