Momok Dwelling Time

Momok Dwelling Time

(SLI)-Pertengah Juni komando negeri RI marah. Barang lewat pelabuhan melambat, dwelling time. Di Pelabuhan Tanjung Priok berkisar antara 4,5 sampai 6 hari. Para menteri terkait ikut kelabakan dan memberi komentar warna warni. Kondisi hampir sama dialami di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) antar 3 sampai 7 hari. Tapi tetap terkendali dan semua fasilitas di terminal tetap bekerja optimal. Dwelling time jadi momok arus perdagangan via pelabuhan.

TPS pun akhirnya buka data, arus dokumen yang terlayani di TPS, Jum’at (19/6) tercatat sebanyak 2.278 dokumen dari 861 job order. Kecepatan bongkar muat petikemas rata-rata 25-26 boks per jam/Container Crane (CC). Terlayani dengan 12 CC. Arus petikemas impor sebanyak 1.822 boks dan ekspor sebanyak 1.889 boks.

Masalah dwelling time sebagaimana diributkan di Tanjung Priok lebih disebabkan pada mekanisme pemeriksaan dokumen barang oleh petugas Bea dan Cukai. TPS menyiapkan fasilitas. Sedangkan pelaksanaan pemeriksaan dokumen dan barang dilakukan oleh petugas Bea dan Cukai.

“Kalau dwelling time-nya di terminal. Bisa ditelusuri dari proses pemeriksaan dokumen oleh petugas Bea dan Cukai. Cepat atau lambatnya document clearn sangat bergantung pada kelengkapan dokumen dan status barang. Tapi banyak faktor lain harus dilihat,” kata Kepala Humas PT Terminal Petikemas Surabaya, Moch Sholeh.

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*