Dua STS Teluk Lamong Tiba di Dermaga Baru

SURABAYA ► Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali kedatangan dua alat bongkar muat petikemas Ship to Shoe Crane (STS) dalam bentuk utuh dan siap operasi, Sabtu (10/5). Sebelumnya telah datang Automatic Stacking Crane (ASC) dua unit dalam bentuk rangakaian belum terpasang.

Dua STS merk Konecrane tersebut diangkut menggunakan kapal Korea Express dari Finlandia. Sementara penyelenggara pembongkaran dilakukan oleh PT Prima Utama Maritim (PUM) dari kelompok bisnis Sunan Group.

Direktur Utama PT Pelabuhan III, Djarwo Surjanto saat menyaksikan kedatangan STS mengatakan, dua alat tersebut merupakan paket pertama dari 10 STS yang akan dioperasikan di Terminal Teluk Lamong. Paket kedua akan datang bulan Juli dua unit danlima unit lagi akan datang tahun 2016.

Alat lain yang akan datang adalah paket 20 ASC. Semuanya diproduksi oleh Konecrane Finlandia. Perjanjian pembelian 10 STS dan 20 ASC dilakukan Pelindo III dengan Konecrane pada tanggal 1 Maret 2013.

“Ini paket pertama. Nanti bulan Juli datang lagi tiga unit dan lima unit lagi dikirim tahun 2016,” kata Djarwo Surjanto.

Alat STS ini berbeda dengan Container Crane (CC). STS dioperasikan menggunakan listrik. Sedangkan CC dioperasikan menggunakan disel. STS merupakan alat modern ramah lingkungan. Tidak menimbulkan kebisingan dan tidak ada limbah udara yang dapat menganggu lingkungan.

Secara fisik STS juga berbeda dengan CC. STS menggunakan satu bentang boom up. Sedangkan CC menggunakan dua bentang boom up. Kerja STS jauh lebih cepat dibanding CC. Biaya operasionalnya juga jauh lebih efisien.

Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelabuhan III, Husein Latief ketika mendampingi Djarwo Surjanto mengatakan, STS merupakan alat baru bagi pelabuhan di Indonesia. Selama ini alat bongkar muat petikemas di terminal masih menggunakan Container Crane.

“Alat ini baru di Teluk Lamong. Terminal lain masih menggunakan CC. Alat ini tidak menggunakan disel. Tapi digerakkan menggunakan listrik. Jadi ramah lingkungan, lebih cepat dan lebih efisien,” kata Husein.

Husein mengaku bangga dengan Terminal Teluk Lamong. Dibangun Pelindo III dan dikerjakan dan dioperasikan oleh anak-anak muda. Terminal Teluk Lamong melayani kapal petikemas domestik dan internasional juga kapal curah kering. “Terminal ini benar-benar beda dengan terminal lain,” tambah Husein.

Sementara Pimpinan Proyek Terminal Teluk Lamong, Hari Darmawan mengatakan, meskipun Terminal Teluk Lamong belum beroperasi, pihaknya sudah melakukan penanaman pohon di sekitar terminal untuk penghijauan. “Begitu terminal beroperasi, lingkungan disini sudah segar,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *