DLU Minta Pemerintah Hapus 4 Beban Bisnis Kapal Feri

SURABAYA.(SLI). PT Dharma Lautan Utama (DLU) minta kepada pemerintah untuk mengurangi atau menghapus 4 komponen biaya yang membenani bisnis angkutan laut khususnya kapal penyeberangan feri. Yaitu, kewajiban bayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), bunga bank, PPh final 1,2 persen dan harga BBM tidak rasional. “Bagi kami situasi seperti ini sungguh sangat berat. Kapal adalah infrastruktur jalan raya kelautan. Tapi posisi kami sungguh sangat tragis. Kami harus menanggung biaya BBM 60 persen dari seluruh biaya operasional kapal. Sedangkan harga BBM kita menjadi paling tinggi diantara negara lain. Kami minta kondisi seperti ini diperhatikan pemerintah. Kami minta dibebaskan dari PNBP, bunga bank di-Nol-kan dan PPh final 1,2 dihilangkan,” kata Bambang Harjo penasehat PT. Dharma Lautan Utama.

Bambang juga mengungkapkan catatan lain bisnis transportasi laut di tanah air. Biaya masuk terminal bisa lebih besar dari tarif angkutan laut feri. “Ini tidak masuk akal tapi dibiarkan. Biaya orang lewat mau naik kapal lebih besar dari tarif naik kapalnya. Ini harus dikoreksi,” kata Bambang. Sementara Direktur Utama PT. Dharma Lautan Utama Erwin H. Poedjono, SE menambahkan bahwa operator feri mengalami masa susah sudah terjadi beberapa bulan sebelum adanya wabah Covid 19. Sekarang ini justru kondisinya menjadi semakin parah. “Sebelum ada Covid 19 kondisi usaha feri ini sudah susah. Sekarang tambah susah.

Kalau angkutan darat tidak ada penumpang bisa parkir di garasi, selesai. Tapi kapal mesin tetap hidup, BBM jalan terus, kru kapal tetap makan, biaya labuh jalan terus dan masih ada biaya-biaya lainnya. Berat,” kata Erwin. Yang menjadikan DLU terus bersyukur adalah semua karyawan grup Dharma Lautan Utama semuanya sehat. Terapi melawan Covid 19 cukup dengan minuman rempah khas DLU. Bahannya terdiri dari, kunyit, jahe, daun sirih, madu dan kuning telur. Saat ini bisnis grup DLU meniliki 6000 karyawan. Semua minum minuman rempah khas DLU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *