Datangkan Beras, Bulog Diminta Ikuti Kecepatan Pelabuhan

SURABAYA.(SLI). Perum Bulog mendatangkan beras impor sebanyak 54 ribu ton. Diangkut menggunakan dua kapal masing-masing MV Inlaco mengangkut 22.400 ton dan MV Ken Shin mengangkut 31.500 ton. Kedua kapal sandar di Terminal Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sejak 16 Maret 2016. Diperkirakan bulan Maret ini masih ada kapal beras lain yang masuk melalui pelabuhan yang sama.

Beberapa pengusaha bongkar muat (PBM) meminta operator terminal (Pelindo III) dan Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) tegas dalam mengawasi bongkar beras tersebut. Karena berdasarkan pengelaman sebelumnya, bongkar beras selalu lambat dan menimbulkan antrian kapal di pelabuhan yang luar biasa. “Kita selalu memiliki pengalaman buruk dengan adanya kegiatan bongkar beras ini. Barang curah lain per hari bisa 6 sampai 10 ribu ton per hari. Ternyata bongkar beras rata-rata hanya sekitar antara 2 sampai 3 ribu ton per hari. Ini sangat lambat dan berpotensi menimbulkan antrian kapal di pelabuhan,” kata salah satu pengusaha PBM di Tanjung Perak.

Berdasarkan data yang dia pegang, bongkar beras dari dua kapal tersebut hanya mampu 2,7 ribu ton per hari, jauh dari kemampuan bongkar barang curah lainnya. Diantara faktor penyebab keterlambatan bongkar tersebut lanjut pengusaha PBM tersebut, pihak Bulog belum bisa mengikuti jadual kegiatan di pelabuhan. Misalnya; membuka gudang sesuai dengan percepatan pengiriman beras dan siap menerima kiriman beras 24 jam. Karena jam kerja operasional di pelabuhan 24 jam non stop. “Pelabuhan siap kerja 24 jam non stop. Pemilik angkutan darat juga siap 24 jam. Bulog ini mestinya mengikuti jam kerja pelabuhan. Pelindo III juga mestinya memiliki opsi tersendiri untuk mengatasi ini. Misalnya, membuka tambatan khusus untuk bongkar cepat dan tambatan khusus bongkar lambat. Sehingga jangan sampai ada kapal butuh bongkar sehari, tapi nunggu tambatan sampai lima hari, hanya karena kapal di depan bongkar lambat. Juga bisa melakukan rekayasa menaikkan draft kapal. Pertama, bongkar separo di dermaga berkedalaman 9 meter. Selanjutnya bisa dipindah ke dermaga dengan kedalaman lebih rendah,” katanya.

Manajer Pemasaran dan Pengembangan Usaha PT Pelabuhan III Tanjung Perak Usman Dasar Jaya ketika dihubungi SLI membenarkan kondisi kapal bongkar beras tersebut. Dia mengakui kegiatan bongkar beras tidak bisa cepat seperti bongkar barang curah lainnya. Tapi pihaknya terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait-khususnya Bulog sebagai pemilik beras. “Memang benar sekarang ini ada kapal beras masuk di Tanjung Perak. Tapi PBM nya bukan Pelindo III. Dia menggunakan PBM swasta. Kita sudah melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait khususnya pihak Bulog. Kita tawarkan kepada Bulog untuk menggunakan gudang Pelindo III supaya kegiatan bongkar bisa dilakukan dengan cepat. Kita inginkan bongkar beras bisa antara 5 sampai 6 ribu ton per hari,” jelas Usman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *